CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Ciwandan terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama pasca lebaran.
Melalui kegiatan rutin PKK yang dirangkai dengan sosialisasi kesehatan, warga diajak untuk mulai mengontrol pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Ciwandan pada Jum’at 10 April 2026.
Camat Ciwandan, Agus Ariyadi mengatakan, kegiatan pertemuan rutin PKK pada Jumat (10/4) kali ini diisi dengan sosialisasi dari Komunitas Indonesia Sehat (KIS) yang berpusat di Surakarta, Solo.
Menurutnya, edukasi tersebut penting diberikan kepada masyarakat, khususnya setelah momen lebaran yang identik dengan konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula.
“Tujuannya memberikan edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan pascalebaran supaya lebih bisa mengontrol makanan dan tidak menimbulkan penyakit,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai penyakit, seperti penyempitan pembuluh darah hingga gangguan kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai menjaga pola konsumsi sejak dini.
“Mulai dari penyempitan pembuluh darah dan lainnya itu harus dijaga dengan pola makan yang baik,” jelasnya.
Agus menambahkan, perhatian terhadap kesehatan menjadi semakin penting, terutama bagi masyarakat yang telah berusia di atas 40 tahun.
“Usia di atas 40 tahun itu harus lebih konsen terhadap kesehatan tubuh kalau ingin tetap sehat dan berumur panjang,” tambahnya.
Selain sosialisasi kesehatan, dalam kegiatan tersebut juga dibahas peran strategis PKK ke depan.
Ia berharap PKK dapat menjadi corong pemerintah dalam mengajak masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat.
“Tadi juga dibahas bagaimana PKK ke depan bisa menjadi corong pemerintah dalam rangka mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat,” katanya.
Tidak hanya itu, PKK juga membagikan sejumlah bibit tanaman kepada masyarakat, seperti cabai, tomat, dan kangkung. Program ini bertujuan mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
“Dengan adanya pembagian bibit ini, kami ingin masyarakat menerapkan konsep pekarangan lestari. Jadi kalau punya cabai, tomat sendiri, tidak perlu membeli lagi,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











