SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kota Serang dipastikan dalam kondisi aman hingga pertengahan April 2026.
Stok cadangan yang dimiliki bahkan berada di atas batas ideal yang telah ditetapkan.
Selain itu, ketersediaan pangan secara umum di Kota Serang juga terpantau stabil.
Sejumlah komoditas utama disebut masih pada level mencukupi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Serang mencatat, stok CPPD saat ini mencapai 70 ton. Jumlah tersebut melampaui batas ideal yang ditetapkan sebesar 51 ton.
Kepala DKP3 Kota Serang, Sony August, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan pangan di daerah masih dalam kategori aman dan terkendali.
Bahkan, kelebihan stok ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk lebih fleksibel dalam mengantisipasi kebutuhan mendesak.
“Alhamdulillah semuanya masih berjalan. Stok CPPD kita tersedia 70 ton, padahal idealnya di angka 51 ton. Jadi kondisinya masih lebih,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.
Selain CPPD, stok beras di Kota Serang juga berada dalam kondisi sangat aman.
Saat ini, ketersediaan beras tercatat mencapai sekitar 1.000 ton dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.
Tidak hanya itu, komoditas daging juga dilaporkan dalam kondisi stabil. Ketersediaannya dinilai cukup untuk memenuhi permintaan pasar tanpa adanya indikasi kekurangan pasokan.
Sony menjelaskan, kondisi tersebut menjadi indikator kuat bahwa ketahanan pangan Kota Serang berada dalam posisi yang relatif terkendali. Pemerintah daerah pun terus menjaga agar situasi ini tetap stabil.
Meski demikian, Sony mengaku DKP3 tetap melakukan pemantauan secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun fluktuasi pasokan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Selain pengawasan internal, koordinasi dengan berbagai pihak juga diklaim masih terus dijalankan.
Termasuk dengan unsur legislatif, guna memastikan program ketahanan pangan berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Pengawasan ini sangat penting, kalau bisa dilakukan setiap tiga bulan sekali. Ini menjadi pengingat bagi kami di eksekutif mengenai apa saja yang harus dilaksanakan dan memperbaiki kekurangan yang ada,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











