SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah luka ditemukan di jasad Babay (41), perempuan yang tergantung di pohon tangkil di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (18/5/2026). Luka tersebut diduga merupakan bekas tindak kekerasan yang dialami korban.
Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, mengatakan tim forensik menemukan luka robek di bagian wajah korban, tepatnya di pelipis kanan, serta memar di beberapa bagian tubuh lainnya.
“Selain luka robek di wajah, ada juga memar di tubuh korban. Pada bagian leher ditemukan bekas jeratan, meski sebagian jaringan sudah mengalami pembusukan,” ujarnya, Rabu 20 Mei 2026.
Menurut Donald, bekas jeratan tersebut belum dapat dipastikan berasal dari tindakan gantung diri, karena masih memungkinkan terjadi akibat faktor lain.
“Belum bisa disimpulkan apakah korban digantung atau kemungkinan lain seperti diseret. Yang jelas terdapat bekas tali di leher korban,” katanya.
Ia menjelaskan, bekas jeratan pada kulit menunjukkan korban masih dalam keadaan hidup saat mengalami penjeratan.
“Kalau bekas tali tampak di kulit, berarti saat dijerat korban masih hidup,” ungkapnya.
Selain itu, tim forensik juga menemukan luka memar dan luka terbuka pada lengan kanan korban yang diduga akibat benturan benda tumpul. Banyaknya luka tersebut membuat dugaan bunuh diri diragukan.
“Di tangan kanan terdapat banyak memar dan luka akibat benda tumpul. Karena itu dugaan bunuh diri masih diragukan,” ujarnya.
Dari hasil autopsi, dokter tidak menemukan adanya janin di dalam rahim korban yang diketahui merupakan warga Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam. Namun, kondisi rahim disebut terlihat membesar.
“Saat pemeriksaan tidak ditemukan janin, tetapi kondisi rahim memang tampak membesar,” ucapnya.
Donald mengaku belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Sampel organ seperti jantung, paru-paru, dan jaringan luka masih diperiksa lebih lanjut,” katanya.
Ia juga menduga korban telah meninggal lebih dari empat hari sebelum jasad ditemukan.
“Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut dan muncul belatung. Korban diperkirakan meninggal sekitar empat hingga tujuh hari,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, mengatakan hasil sementara pemeriksaan forensik sudah diterima penyidik dan kasus masih didalami.
“Hasil sementara menunjukkan adanya luka di pelipis dan sejumlah luka lain di tubuh korban. Identitas dan penyebab pasti kematian masih dalam pendalaman,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda











