KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman menekankan pentingnya pendidikan akhlak di tengah peningkatan kualitas akademik di MAN Insan Cendekia Serpong yang kini telah bertaraf internasional.
Hal itu disampaikan Dudung saat menghadiri kegiatan Penguatan Madrasah Mendunia dan Penyerahan Sertifikat International Baccalaureate (IB) Programme di MAN IC Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Menurut Dudung, keberhasilan MAN IC Serpong memperoleh Sertifikat IB menjadi bukti bahwa madrasah di Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Namun, ia menegaskan pendidikan karakter tetap harus menjadi pondasi utama.
“Betul tadi di samping pendidikan secara akademik, tetapi di sini juga dididik tentang budi pekerti, tentang pendidikan akhlak karena ini yang penting,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kecerdasan akademik tidak disalahgunakan untuk hal-hal negatif. Karena itu, pendidikan moral dan etika dinilai sangat penting ditanamkan sejak dini kepada siswa.
“Jangan sampai pintar yang pada akhirnya justru bisa mengakali hal-hal yang tidak baik,” katanya.
Dudung menilai lingkungan pendidikan di MAN IC Serpong tidak hanya membentuk siswa unggul secara intelektual, tetapi juga membangun sikap menghormati sesama, guru, dan orang tua.
“Di sinilah dididik bagaimana kita bergaul sesama maupun kepada guru, kepada orang tua,” ucapnya.
Ia berharap pendidikan berbasis akademik dan akhlak yang diterapkan di MAN IC Serpong dapat melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.
“Mudah-mudahan nanti akan menjadi manusia-manusia yang utuh, yang betul-betul diperlukan dalam membangun bangsa ini,” tuturnya.
Selain menyoroti pentingnya pendidikan karakter, Dudung juga mengapresiasi perkembangan MAN IC Serpong yang dinilai telah berkembang menjadi sekolah berstandar internasional.
“Kampus ini, sekolah ini sudah skala internasional,” tegasnya.
Kegiatan Penguatan Madrasah Mendunia tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan Islam menuju madrasah unggul berstandar global yang digagas Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.
Editor: Abdul Rozak











