KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Urban gardening atau berkebun di lahan terbatas dinilai menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Melihat tren tersebut, AZKO turut mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan, teras, balkon, maupun sudut rumah untuk menanam bahan pangan sekaligus mengelola limbah organik menjadi kompos.
Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan rumah dapat menjadi titik awal lahirnya berbagai perubahan positif. Menurutnya, berkebun tidak hanya menghasilkan bahan pangan segar, tetapi juga membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Kami melihat rumah sebagai titik awal lahirnya berbagai perubahan positif. Karena itu, AZKO berkomitmen membangun ekosistem gardening yang dapat menginspirasi masyarakat untuk menanam, merawat, hingga mengelola kembali sumber daya yang ada di sekitar,” ujar Melinda dalam keterangan tertulis, Jumat 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan, masyarakat tidak memerlukan lahan yang luas untuk memulai berkebun. Berbagai metode seperti urban gardening maupun hidroponik memungkinkan keluarga menanam cabai, tomat, seledri, sayuran daun, hingga tanaman herbal di area yang terbatas.
Untuk mendukung aktivitas tersebut, AZKO menyediakan berbagai kebutuhan berkebun, mulai dari benih, peralatan tanam, pot dengan sistem penyiraman mandiri (self-watering), perangkat penyiraman otomatis, hingga perlengkapan hidroponik. Perusahaan juga menghadirkan mesin pemotong rumput berbasis listrik dan baterai yang diklaim lebih senyap serta menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan mesin berbahan bakar.
Selain mendorong masyarakat menghasilkan pangan sendiri, AZKO juga mengajak keluarga mengelola limbah organik rumah tangga. Sisa sayuran dan kulit buah dapat diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan kembali sebagai nutrisi alami bagi tanaman sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Upaya tersebut sejalan dengan hasil systematic review yang dipublikasikan dalam jurnal Discover Sustainability pada 2025. Penelitian itu menyebutkan berkebun di rumah berkontribusi terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, tinjauan ilmiah dalam jurnal Discover Public Health (2025) juga menyebut aktivitas berkebun dapat mendukung kesehatan fisik, membantu mengurangi stres, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis melalui interaksi yang lebih dekat dengan alam.
Editor : Rostinah











