SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengguna kendaraan listrik di Banten meningkat. Tren itu menjadi perhatian DPRD Banten. Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten, Fraksi Golkar M. Faisal, menilai bahwa tren itu berpotensi memengaruhi penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Menurut Faisal, kendaraan listrik merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut menimbulkan tantangan baru bagi pemerintah daerah.
“Semakin banyak masyarakat menggunakan kendaraan listrik, tentu akan memengaruhi penerimaan pajak kendaraan bermotor yang selama ini menjadi salah satu sumber utama PAD,” ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.
Ia mengatakan, perubahan pola konsumsi masyarakat dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik tidak bisa dihindari karena sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah pusat.
Selain faktor kendaraan listrik, kondisi ekonomi yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan baru juga turut memengaruhi penerimaan pajak daerah.
Karena itu, Faisal kembali menegaskan pentingnya diversifikasi sumber pendapatan daerah agar Pemprov Banten tidak terlalu bergantung pada sektor pajak kendaraan.
“Kita harus mulai mencari sumber-sumber pendapatan lain. Jangan sampai PAD terlalu bergantung pada satu sektor saja,” katanya.
Ia berharap optimalisasi aset daerah, peningkatan investasi, dan penguatan kinerja BUMD dapat menjadi solusi untuk menjaga pertumbuhan pendapatan daerah di masa mendatang.
Editor: Agus Priwandono











