KOTA TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp478,59 miliar, menjadi perhatian sejumlah fraksi DPRD.
Dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 pada Jumat 19 Juni 2026, para legislator meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan rinci terkait penyebab tingginya sisa anggaran tersebut.
Fraksi Partai Demokrat, Gerindra, dan PKB menilai besarnya SiLPA perlu dievaluasi karena berpotensi menunjukkan belum maksimalnya pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Tangsel, Rizki Jonis, mengatakan besarnya SiLPA harus menjadi bahan evaluasi agar kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran ke depan semakin baik.
“Nilai SiLPA yang mencapai Rp478,59 miliar perlu dijelaskan secara terbuka. Kami ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anggaran tersebut tidak terserap secara optimal serta perangkat daerah mana yang memberikan kontribusi terbesar terhadap SiLPA,” ujarnya.
Selain itu, Fraksi Demokrat juga menyoroti realisasi Belanja Modal yang mencapai 93,26 persen dan Belanja Tidak Terduga sebesar 73,55 persen. Menurutnya, anggaran yang telah dialokasikan seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tangsel, Zulfa Sungki Setiawati. Ia menilai capaian realisasi belanja daerah sebesar 93,32 persen masih menyisakan ruang untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
“Surplus anggaran memang mencerminkan kondisi fiskal yang baik. Namun jika nilainya terlalu besar, pemerintah juga perlu mengevaluasi apakah masih ada program yang tertunda atau belum terlaksana sesuai rencana,” katanya.
Gerindra mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperbaiki kualitas perencanaan anggaran, mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, serta memperkuat pengawasan agar pelaksanaan program berjalan tepat waktu.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Tangsel, Muthmainnah, menjelaskan SiLPA Tahun Anggaran 2025 terbentuk dari surplus anggaran sebesar Rp368,29 miliar serta penerimaan pembiayaan yang berasal dari SiLPA Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp110,29 miliar.
Menurutnya, tingginya SiLPA menunjukkan masih adanya program pembangunan yang belum dapat direalisasikan secara maksimal.
“Anggaran yang belum terserap merupakan pekerjaan rumah yang harus dievaluasi bersama. Pemerintah perlu menyampaikan penyebabnya secara rinci agar perencanaan dan pelaksanaan APBD ke depan semakin efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











