LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Memasuki musim kemarau yang tengah melanda Kabupaten Lebak, DPRD Kabupaten Lebak meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memastikan obat anti berbisa ular (ABU) tersedia di seluruh Puskemas di kabupaten Lebak.
Sebab, kemarau seperti saat ini masyarakat petani yang membuka lahan rentan terhadap gigitan ular berbisa. Oleh karena itu, ABU merupakan salah satu elemen obat yang paling pital untuk tersdia di Puskesmas.
“Ya, kami telah mengingatkan agar Dinkes Lebak mempersiapkan atau memastikan stok obat ABU benar-benar telah tersedia di puskemas. Biasanya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, korban yang meninggal akibat gigitan ular, karena obat ABU di Puskesmas habis,” ujar Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari, Selasa 30 Juni 2026.
Menurut dia, umumnya kasus gigtan ular berbisa terjadi didaerah selatan dan tengah seperti di wilayah Cilograng, Panggarangan, Cikulur dan Muncang.
“Gigitan ular berbisa bila terlambat diberikan pertolongan dapat mengakibatkan korban meninggal dunia. Karenanya, obat anti bisa ular harus selalu ada di Puskesmas. Kita telah ingatkan Dinkes agar memerhatikan stok obat anti bisa,” kata pokitisi yang jyga berptofesi sebagai dokter ini.
Dia menambahkan, dengan musim seperti saat ini ketersediaan stok ABU di Puskesmas harus tetap terjaga. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan ada warga yang terkena gigitan ular. Apalagi, mayoritas warga di Lebak adalah bercocok tanam di kebun maupun di hutan.
“Bukannya kami mendoakan adanya warga yang digigit ular. Tapi melihat kondisi musim saat ini yang tak dapat diprediksi. Maka, stok obat ABU harus benar-benar diperhatikan dan dijamin ketersediannya,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinkes Lebak Eka Darmana Putra mengatakan, stok ABU yang tersedia di seluruh puskesmas di Lebak masih cukup.
“Obat anti bisa ular ABU tersedia di tiap-tiap Puskesmas dan RSUD, bila sudah kekurangan atau kehabisan segera untuk mengajukan ke Dinas kesehatan,” kata mantan Kepala Dinas Sosial Lebak ini.
Editor: Abdul Rozak








