PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Pandeglang menyalurkan bantuan 15 ribu liter air bersih kepada warga Kampung Cisampih, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang. Bantuan tersebut diberikan menyusul krisis air bersih akibat musim kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber air warga mengalami kekeringan.
Kekeringan tidak hanya terjadi di Kecamatan Koroncong, tetapi juga melanda delapan kecamatan lainnya di Kabupaten Pandeglang. Kondisi tersebut membuat sejumlah masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Polres Pandeglang bersama sejumlah stakeholder menyalurkan bantuan air bersih sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terdampak kemarau.
Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan bersama pihak terkait untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan air.
“Hari ini Polres Pandeglang bersama stakeholder terkait melaksanakan penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” katanya didampingi Wakapolres Pandeglang Kompol Yudha, Sabtu, 25 Juli 2026.
Dhyno menjelaskan, bantuan yang disalurkan sebanyak tiga mobil tangki air bersih. Masing-masing mobil tangki berisi 5.000 liter air sehingga total bantuan mencapai 15.000 liter.
Ia mengimbau masyarakat menggunakan bantuan air tersebut secara bijak untuk kebutuhan utama.
“Gunakan air bersih ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan dasar, seperti memasak dan air minum,” ujarnya.
Salah seorang warga Kampung Cisampih, Siti Rohimah, menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diberikan Polres Pandeglang. Menurutnya, warga sudah mengalami kesulitan air bersih selama sekitar dua bulan akibat sumber air mengering.
“Kami mengalami krisis air bersih sudah berlangsung dua bulan. Ini terjadi karena sumber air bersih mengalami kekeringan akibat kemarau,” katanya.
Siti menjelaskan, selama musim kemarau warga harus mencari sumber air lain yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. Selain itu, kualitas air dari sungai yang menjadi alternatif warga juga kurang bersih.
“Itu juga airnya kurang bersih. Tapi kalau bantuan ini kan bersih, jadi lumayan untuk memenuhi kebutuhan masak beberapa hari ke depan. Kami tidak harus membeli atau mengambil air ke sungai,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda









