KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Komedian sekaligus politikus Narji mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena ia merasa lebih nyaman menjalankan berbagai kegiatan sosial bersama kader PSI.
Narji mengatakan komunikasi dengan kader PSI sebenarnya telah terjalin sejak lama. Dari berbagai kegiatan sosial yang diikutinya, ia merasa memiliki ruang yang lebih besar untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Komunikasi saya dengan teman-teman PSI sebenarnya sudah lama. Saya sering ikut kegiatan sosial bersama mereka, seperti sunatan massal, bedah rumah, dan kegiatan lainnya,” ujar Narji usai menyerahkan hadiah sepeda motor kepada warga dalam acara nonton bareng Piala Dunia yang digelarnya, Senin, 27 Juli 2026.
Ia mengaku awalnya ingin menjalankan berbagai kegiatan sosial secara mandiri. Namun, karena keterbatasan yang dimilikinya, ia memilih bergabung dengan partai yang dinilai memiliki semangat yang sama.
“Saya berpikir kenapa tidak bergabung saja. Ternyata saya mendapatkan kenyamanan di sini dan bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat buat masyarakat,” katanya.
Narji mencontohkan salah satu kegiatan yang paling berkesan baginya adalah penyelenggaraan nonton bareng dengan hadiah sepeda motor. Menurutnya, hadiah tersebut benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
“Saya ingin hidup itu bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Dengan bergabung di PSI saya merasa bisa berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi anggapan sebagian masyarakat yang sebelumnya mengenalnya sebagai kader PKS, Narji mengaku tidak mempermasalahkan perbedaan pandangan tersebut.
Ia mengatakan keputusan pindah partai telah melalui pertimbangan matang dan mendapat restu dari keluarga.
“Saya bukan takut atau tidak takut. Ini sudah menjadi komitmen saya dan saya juga mendapatkan restu dari istri. Dalam politik, di mana saya bisa melakukan banyak hal untuk masyarakat, di situlah hati saya merasa nyaman,” tuturnya.
Narji juga mengaku merasakan suasana baru setelah bergabung dengan PSI.
“Bukan cuma warnanya yang baru, logonya juga beda,” ucapnya sambil berseloroh.
Saat ditanya mengenai peluang masuk ke jajaran pengurus inti PSI atau maju pada Pilkada Kota Tangerang Selatan, Narji mengaku belum memiliki rencana ke arah tersebut.
“Saya belum mendapat arahan. Sekarang saya ingin bekerja dan berbuat dulu. Soal ke depan kita tidak tahu. Yang saya pikirkan sekarang bukan jadi wali kota, tapi jadi wali murid,” katanya.
Narji menegaskan, fokus utamanya saat ini adalah memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial bersama PSI, bukan mengejar jabatan politik.*
Editor : Krisna Widi Aria











