CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten Wilayah II menjelaskan penyebab perbaikan Jalan Raya Cilegon-Anyer yang berlangsung cukup lama hingga memicu kemacetan di jalur tersebut.
Penjelasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang difasilitasi Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon di Ruang Rapat Asisten Daerah (Asda), Senin, 27 Juli 2026.
Perwakilan BPJN Banten Wilayah II, Timbul, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Paket Preservasi Jalan Raya Anyer-Cilegon hingga Labuan.
Menurutnya, proses pengerjaan tidak dapat dilakukan secara cepat karena harus melalui sejumlah tahapan teknis, mulai dari pembongkaran, pemadatan, hingga penambahan ketebalan beton.
“Kenapa proses pengerjaannya lama, karena ada tahapan dalam pembongkaran, membutuhkan waktu dalam proses pemadatannya, dan finishing-nya,” katanya.
Selain itu, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pola zig-zag agar arus lalu lintas tetap dapat berjalan selama proses perbaikan berlangsung.
“Dalam proses pengerjaannya dilakukan seperti zig-zag, dan ada beberapa tahap sampai jalan itu kembali mulus,” ujarnya.

Timbul menjelaskan, pembongkaran dan penambahan ketebalan beton juga dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di ruas jalan tersebut.
“Pembongkaran dan penambahan tebal beton dilakukan untuk menanggulangi banjir, karena di daerah situ sering terjadi banjir,” tuturnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengatakan rapat koordinasi digelar sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan masyarakat.
Menurutnya, Wali Kota Cilegon meminta agar dilakukan koordinasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai proses pekerjaan.
“Banyak keluhan dari masyarakat di media sosial terkait pelaksanaan pemeliharaan jalan ini. Masyarakat merasa terganggu dengan adanya pekerjaan pemeliharaan jalan dari Cilegon menuju wilayah Anyer,” ujarnya.
Aziz menegaskan, proyek pemeliharaan Jalan Raya Cilegon-Anyer merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui BPJN Banten Wilayah II.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Heri Suheri, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek sesuai arahan Wali Kota dan Pj Sekda.
Ia mengungkapkan, pekerjaan betonisasi di Bojonegara telah selesai, sedangkan pekerjaan di wilayah Krenceng masih berlangsung.
“Yang Bojonegara sudah selesai. Untuk yang di Krenceng, tadi kita komunikasi dan diperoleh jawaban bahwa progres memang masih berjalan,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











