PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pemula menggelar kegiatan edukasi dan pengenalan aplikasi PROTEKTA (Perlindungan Remaja dari Kekerasan Fisik dan Psikologis) kepada 29 kader Palang Merah Remaja (PMR) SMP Negeri 2 Labuan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMPN 2 Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan siswa dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan fisik maupun psikologis di lingkungan sekolah.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkenalkan aplikasi PROTEKTA sebagai media edukasi dan pelaporan yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Pembina PMR SMPN 2 Labuan, Rudi Setiadi, S.Pd. Ia mengapresiasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNMA Banten atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai relevan dengan kondisi remaja saat ini.
“Kami berharap kader PMR dapat menjadi pelopor dan penggerak budaya antikekerasan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Materi edukasi disampaikan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNMA Banten bersama Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMPN 2 Labuan, Gagas, S.Pd.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai bentuk kekerasan fisik dan psikologis, dampak kekerasan terhadap kesehatan fisik dan mental remaja, strategi pencegahan kekerasan di sekolah, serta pentingnya komunikasi yang sehat dan saling menghargai antarteman sebaya.
Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan aplikasi PROTEKTA, sebuah aplikasi edukasi yang dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan kekerasan serta menyediakan sarana informasi dan pelaporan yang mudah diakses.
Para peserta juga diberi kesempatan mencoba langsung fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi tersebut, didampingi tim pelaksana dan mahasiswa pendamping. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, studi kasus, serta simulasi sederhana mengenai upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Mathla’ul Anwar Banten yang turut membantu pendampingan peserta, fasilitasi kegiatan, serta pengenalan penggunaan aplikasi PROTEKTA.
Ketua Tim Pengabdian, Lambang Satria H., M.K.M., mengatakan kader PMR memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di sekolah. Melalui penguatan kapasitas kader PMR dan pemanfaatan teknologi edukasi seperti aplikasi PROTEKTA, diharapkan siswa mampu mengenali tanda-tanda kekerasan, memberikan dukungan kepada teman sebaya, serta berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, diharapkan terbangun budaya saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta tercipta lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan fisik maupun psikologis,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria










