LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Hingga saat ini, sebanyak 19 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat mengeringnya sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan warga.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan BPBD telah mendistribusikan 165 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak krisis air bersih di 19 desa tersebut.
Menurutnya, BPBD menerima permohonan distribusi air bersih dari warga di tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan.
“Kami sudah mendistribusikan 165 ribu liter air bersih kepada warga. Jumlah itu belum termasuk bantuan air bersih dari instansi lain maupun relawan, seperti TNI dan Polri, yang turut membantu mendistribusikan air bersih,” kata Febby, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia mengatakan, permohonan bantuan air bersih dari masyarakat terus bertambah seiring musim kemarau yang telah berlangsung hampir dua bulan.
“Setiap hari kami mengirim bantuan air bersih sesuai dengan permohonan yang diajukan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.
Karena itu, Febby memperkirakan krisis air bersih di Kabupaten Lebak berpotensi semakin meluas apabila dalam waktu dekat belum terjadi hujan. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar segera mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD Kabupaten Lebak.
“Potensinya bisa semakin meluas apabila tidak turun hujan. Kami memetakan wilayah rawan berdasarkan peta kerawanan kekeringan serta kejadian yang berulang setiap musim kemarau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan BPBD, terdapat 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Lebak yang masuk kategori rawan kekeringan dan krisis air bersih. Jumlah penduduk yang berpotensi terdampak mencapai 71.786 jiwa.
Ke-23 kecamatan tersebut meliputi Maja, Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, Cirinten, Wanasalam, Cilograng, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Cibeber, Banjarsari, Panggarangan, Cijaku, Cipanas, Cigemblong, Curugbitung, Bojongmanik, Malingping, Sajira, Sobang, dan Cikulur.*
Editor : Krisna Widi Aria











