CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Di tengah identitasnya sebagai kota industri, Cilegon akan menjadi titik temu kelompok teater dari berbagai daerah di Banten. Festival Teater Banten (FTB) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Oktober 2026.
Namun, festival ini tidak sekadar mempertemukan kelompok teater untuk beradu pentas dan memperebutkan penghargaan. Ada proses pembekalan, workshop, pertukaran gagasan hingga pertemuan antarseniman yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Ketua Panitia FTB 2026 Hilal Ramadhan mengatakan, proses menuju festival telah dimulai sejak jauh hari. Peserta terlebih dahulu akan mengikuti pembekalan dan workshop yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026 di Panti Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Cilegon.
“Pembekalan dan workshop ini menjadi bagian dari proses menuju festival. Kami ingin peserta tidak hanya datang untuk tampil, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang bisa memperkuat proses kreatif mereka,” ujar Hilal.
Menurut Hilal, festival teater tidak semestinya berhenti pada persoalan menang atau kalah. Justru, proses sebelum dan selama festival menjadi ruang penting bagi seniman untuk saling bertemu, membaca perkembangan dunia teater, serta menemukan gagasan baru.
“Festival ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau siapa yang kalah. Ada proses yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana para pelaku teater bisa bertemu, belajar, berdiskusi dan saling memperkaya gagasan,” katanya.
Pemilihan Cilegon sebagai lokasi FTB 2026 pun membawa konteks tersendiri. Kota ini selama bertahun-tahun lekat dengan aktivitas industri dan menjadi salah satu kawasan penting bagi perekonomian Banten.
Di balik wajah industrinya, Cilegon juga memiliki komunitas dan kelompok kreatif yang terus bergerak. Kehadiran FTB 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan perkembangan seni pertunjukan dengan kehidupan kota yang selama ini lebih banyak dikenal melalui sektor industrinya.
Pertemuan kelompok teater dari berbagai wilayah Banten diharapkan tidak hanya menghasilkan pertunjukan, tetapi juga membuka ruang interaksi dan pertukaran pengalaman antarseniman.
Menariknya, rangkaian awal festival tidak berlangsung di gedung pertunjukan atau ruang kesenian formal. Pembekalan dan workshop justru digelar di Panti Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Cilegon.
Pilihan tempat tersebut memperlihatkan bahwa ruang bagi seni tidak harus selalu berupa panggung. Teater juga dapat hadir di tengah ruang sosial dan berinteraksi langsung dengan lingkungan masyarakat.
Dari ruang tersebut, peserta kemudian akan memasuki rangkaian utama FTB 2026 pada 1-3 Oktober 2026 di Kota Cilegon.
Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi kelompok teater Banten untuk tidak hanya mempertontonkan karya, tetapi juga membawa gagasan, pengalaman, dan persoalan yang tumbuh dari lingkungan masing-masing ke atas panggung.
Reporter: Adam Fadillah – Editor: Aas Arbi












