CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID—Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon memilih bertahan hingga bermalam di depan Kantor Wali Kota Cilegon setelah tuntutan untuk berdialog langsung dengan kepala daerah belum terealisasi.
Aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait postur APBD Kota Cilegon, terutama mengenai belanja pegawai yang menjadi sorotan massa mahasiswa.
Massa HMI mulai menggelar aksi pada Selasa, 15 September 2026 siang. Namun, hingga malam hari, tuntutan untuk berdialog langsung dengan Wali Kota Cilegon Robinsar belum terealisasi.
Massa kemudian mendirikan tenda di depan Kantor Wali Kota Cilegon. Tenda tersebut menjadi tempat mahasiswa bertahan dan melanjutkan aksi hingga Rabu, 16 September 2026 pagi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra sempat mendatangi massa aksi untuk berdialog. Namun, HMI tetap meminta agar dialog dilakukan langsung bersama kepala daerah.
Koordinator Lapangan Aksi HMI Cilegon, Aan Solihan mengatakan, pihaknya menyoroti postur APBD Kota Cilegon, terutama terkait kenaikan belanja pegawai.
“Kita dari HMI soroti postur APBD Kota Cilegon, khususnya belanja pegawai yang dinaikkan oleh pemerintah daerah,” kata Aan.
Menurut dia, belanja pegawai di Kota Cilegon dinilai terlalu besar jika dibandingkan dengan ketentuan proporsi belanja pegawai yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Harusnya kan 30 persen, ini sudah hampir 50 persen. APBD Kota Cilegon setengahnya untuk pegawai,” ujarnya.
Aan mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian HMI karena masih terdapat sejumlah persoalan pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya teratasi.
Ia mencontohkan kondisi infrastruktur dan pendidikan yang menurutnya masih membutuhkan perhatian.
HMI menilai terdapat ketimpangan antara besarnya anggaran untuk belanja pegawai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat infrastruktur pendidikan masih kurang, ada ketimpangan, namun APBD Cilegon habis untuk gaji pegawai,” katanya.
Atas dasar itu, massa HMI meminta bertemu langsung dengan Wali Kota Cilegon Robinsar dan Ketua DPRD Kota Cilegon. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa secara langsung.
“Kami meminta untuk bertemu dengan Wali Kota Cilegon Robinsar, Ketua DPRD Kota Cilegon untuk menyampaikan tuntutan kami secara langsung,” ucap Aan.
Namun, hingga aksi berlanjut pada malam hari, kedua pihak yang dimaksud belum menemui massa aksi secara langsung.
“Namun sangat disayangkan kedua belah pihak belum bisa menemui,” katanya.
Karena belum mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan kepala daerah, HMI memilih bertahan dengan membuka tenda di depan Kantor Wali Kota Cilegon.
“Kami malam ini akan ngecamp untuk sama-sama bisa berdialog dengan pihak berwenang,” ujar Aan.
Ia menegaskan, massa HMI siap melanjutkan aksi selama tiga hari sampai tuntutan mereka mendapatkan respons.
“Kami siap laksanakan aksi ini selama tiga hari sampai aspirasi kita tersampaikan dan fakta integritas yang kami buat ditandatangani,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi












