SERANG – KPU Provinsi Banten telah membentuk tim pakar yang terdiri atas lima orang akademisi/ahli. Tim pakar itu disiapkan untuk merumuskan pertanyaan dalam debat kandidat pasangan cagub-cawagub Banten yang akan diselenggarakan tiga kali debat terbuka.
Ketua Pokja Pencalonan dan Kampanye KPU Banten Syaeful Bahri mengatakan, sesuai jadwal dan tahapan pilkada, debat kandidat akan digelar sebanyak tiga kali. Rencananya, debat perdana akan digelar akhir Desember mendatang. “KPU telah menetapkan lima pakar yang ahli di bidang keilmuannya masing-masing. Tim pakar ini yang nanti menyusun pertanyaan dalam debat antarkandidat,” kata Syaeful kepada wartawan usai menjadi narasumber sosialisasi Pilkada Banten cerdas yang digelar BEM Serang di Kota Serang, Selasa (29/11).
Tim pakar yang telah ditunjuk KPU terdiri atas Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Fauzul Iman, Rektor Untirta Sholeh Hidayat, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Endang Sulastry, Guru Besar Ekonomi UIN Jakarta Ahmad Rodoni dan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli. “Besok (hari ini-red), tim pakar kami undang untuk melakukan koordinasi dengan KPU jelang pelaksanaan debat kandidat,” kata Syaeful.
Selain menetapkan tim pakar, lanjut Syaeful, KPU Banten juga telah menetapkan agenda pelaksanaan debat kandidat dua pasangan calon dalam Pilgub Banten 2017. Rencananya, debat perdana digelar akhir Desember 2016, debat kedua pertengahan Januari 2017 dan debat terakhir awal Februari 2017. “Jadwalnya masih bisa berubah karena nanti KPU bekerja sama dengan televisi nasional untuk menyiarkan debat kandidat secara langsung,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Banten Agus Supriyatna membenarkan bahwa debat kandidat pasangan cagub-cawagub Provinsi Banten 2017 akan diadakan sebanyak tiga kali dalam masa kampanye. “KPU Banten sudah menetapkan tim pakar dan menyusun jadwal pelaksanaan debatnya,” katanya.
Agus menambahkan, konsep debat kandidat KPU Banten sedang dirumuskan. “Yang jelas debat kandidat tidak hanya menarik saja, tapi harus berkualitas. Sebab, debat terbuka bisa menjadi sumber informasi yang valid ihwal visi, misi, dan program dari kedua pasangan calon,” katanya. (Deni S/Radar Banten)









