SERANG – Calon Gubernur Banten Rano Karno menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja pers dalam penyelenggaraan pembangunan di Banten. Rano menyebut media massa sebagai partner yang memberikan kontribusi positif terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Rano bahkan menyebut kritik media terhadap kekuasaan tidak boleh dilihat sebagai beban. Tapi sebaliknya, sebagai kebutuhan yang harus hadir agar penyelenggaraan pemerintahan bisa diawasi.
“Media itu pilar demokrasi. Tidak perlu alergi dengan kritik dan pengawasan. Media massa adalah instrumen yang bisa menghubungkan kita dengan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Rano, Kamis (1/12).
Sementara itu, Aditya Perdana, dosen ilmu politik UI, menyatakan pers harus aktif dalam menyuarakan kegelisahan rakyat. Jangan sampai pers dikooptasi seperti masa lalu dan mendudukan posisi pers sebagai corong kepentingan politik.
Aditya menambahkan di era demokrasi seperti sekarang demokrasi tak jarang dibajak oleh sementara kalangan. Aditya memaklumi setiap redaksi memiliki kebijakannya sendiri-sendiri yang bersifat independen dan mandiri. Akan tetapi ia menyayangkan apabila ada pers yang semestinya menjadi pilar demokrasi justru berkolaborasi dengan kekuatan politik yang tak berpihak pada kepentingan rakyat.
Secara khusus Aditya juga menyoroti tanggung jawab media untuk mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai berita yang muncul di media itu berangkat dari dusta, kebohongan, dan fitnah. Jangan sampai ada wartawan mengabaikan etika dan kepatutan. Wartawan itu profesi profetik yang memperjuangkan kenyataan, bukan penyebar kebohongan,” papar Aditya. (Bayu)










