PENYAKIT mata selama ini kerap diabaikan oleh masyarakat. Sehingga ketika datang ke dokter mereka sudah mengalami penyakit mata yang cukup parah.
Sejauh ini penyakit yang terkait dengan mata cukup menjadi perhatian masyarakat yakni katarak. Namun di bawah itu ada lagi penyakit lain, yakni glaukoma. Parahnya penyakit ini tidak dapat diobati oleh dokter mata pencegahan.
Ketua Persatuan Dokter Spesial Mata Indonesia (Perdami) Sumbar Heksan menuturkan, saat ini di Sumbar terdapat sekitar 3 ribu warga menderita glaukoma.
Dia menyebutkan banyak masyarakat yang tak menyadari kalau mereka menderita ini. Pasalnya, sekitar dua per tiga penderita penyakit ini datang tanpa gejala. Karena itu banyak masyarakat yang datang ke dokter mata ketika kondisi penyakit ini telah parah.
“Penyakit ini menimbulkan buta permanen. Tiba-tiba saja buta sebelah, jika seperti ini tak bisa diobati,” kata Heksan seperti dilansir Padang Ekpsres (Jawa Pos Group), Sabtu (18/3).
Dokter mata ahli glaukoma Sumbar, Fitratul Ilahi menambahkan, penyakit ini disebabkan karena adanya ketersumbatan saluran keluar cairan bola mata.
Tanda-tanda yang bisa dirasakan adalah mata merah dan kabur. Selain itu, juga akibat anatomi mata yang kecil. Diabetes juga menjadi penyebab penyakit ini. Termasuk faktor keturunan.
Dia menjelaskan pencegahan bisa dilakukan dengan memakan sejumlah obat yang diberikan. Lalu bisa dilakukan operasi. Selain orang tua, anak-anak juga ada yang mengalami penyakit ini. “Untuk penderita di dunia, tercatat tahun 2013 penderitanya 64,3 juta. Diperkirakan tahun 2020 penderita ini mencapai angka 76 juta,” ucapnya. (eko/iil/JPG)








