LEBAK – Dioperasikannya kereta rel listrik (KRL) Rangkasbitung-Tanah Abang disambut antusias masyarakat. Pada hari pertama pengoperasiannya, Sabtu (1/4), ribuan penumpang menyerbu KRL. Sempat terjadi penumpukan penumpang di stasiun dan antrean di loket hingga keluar stasiun.
Pantauan Radar Banten, Sabtu (1/4) sekira pukul 11.10 WIB, KRL dari Tanah Abang tiba di Stasiun Rangkasbitung. Para penumpang dari dalam KRL langsung keluar dan berdesak-desakan di atas peron II. Dari atas peron II, mereka menuju pintu keluar dan terjadi penumpukan di sana. Di antara ribuan penumpang itu, tampak Direktur Utama PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ) Muhamad Nurul Fadhila.
Saat itu, Fadhila dan rombongan langsung menuju ke ruang kerja kepala Stasiun Rangkasbitung. Kurang lebih sepuluh menit, Fadhila keluar dari tempat pertemuan dan meninjau lokasi pembelian tiket.
Dia menutup pintu utama pembelian tiket di depan stasiun karena sejumlah calon penumpang terpaksa antre hingga ke pelataran stasiun sehingga kepanasan. Calon penumpang yang akan membeli tiket diarahkan masuk ke bagian samping tempat pembelian tiket kereta api lokal Rangkasbitung-Merak. Kondisi tersebut membuat calon penumpang tertib dan tidak kepanasan.
Fadhila mengimbau para penumpang KRL agar dapat membantu manajemen PT KCJ untuk mematuhi aturan yang berlaku. “Masyarakat antusias menggunakan KRL. Hingga siang ini (Sabtu, 1/4), jumlah penumpang mencapai 3.000 lebih dan 500 orang di antaranya menggunakan kartu multitrip (KMT-red),” kata Fadhila kepada Radar Banten, Sabtu (1/4).
Penggunaan KMT, kata Fadhila, dapat memperlancar aktivitas penumpang yang akan bepergian menggunakan KRL. Jika masyarakat menggunakan kartu single trip, mereka harus antre di loket setiap akan menggunakan jasa kereta api. “Saya harap masyarakat menggunakan KMT,” jelasnya.
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak membawa barang-barang yang dapat menimbulkan bau menyengat seperti durian, cempedak, dan ikan asin. Calon penumpang yang akan menggunakan jasa KRL juga tidak diizinkan membawa binatang dan dilarang merokok. “Enggak boleh bawa hewan seperti anjing, kucing, dan ular karena dapat mengganggu penumpang lain,” tegasnya.
Ditanya terkait hasil kunjungan kerja ke Stasiun Rangkasbitung, Fadhila mengatakan, manajemen PT KCJ bakal melakukan evaluasi terkait pengoperasian KRL. Rencananya, evaluasi dilakukan satu bulan ke depan. Tujuannya untuk perbaikan pelayanan manajemen kepada masyarakat yang menjadi pengguna jasa kereta api.
“Kita akan siapkan fasilitas untuk penyandang disabilitas. Perbaikan pelayanan bakal dilakukan secara bertahap. Tidak hanya di Stasiun Rangkasbitung, tapi juga di Stasiun Citeras dan Angke,” terangnya.
Kepala Stasiun Rangkasbitung Endarno menyatakan, evaluasi bakal dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Untuk itu, pihaknya meminta masukan dan saran dari penumpang untuk perbaikan ke depan. “Pada hari pertama dioperasikan, masyarakat cukup antusias. Ribuan penumpang datang dan berangkat dari Stasiun Rangkasbitung,” paparnya.
Endarno berharap, para penumpang KRL mematuhi aturan yang telah ditetapkan manajemen PT KCJ. Mereka tidak boleh membawa barang-barang yang menimbulkan bau menyengat, dilarang membawa hewan, dan tidak boleh merokok di atas KRL serta lingkungan stasiun. Aturan tersebut diberlakukan untuk kenyamanan para penumpang. “Pengoperasian KRL berjalan lancar,” katanya.
Suheri, warga Cibadak, menyatakan bahwa KRL Rangkasbitung-Tanah Abang bakal melayani masyarakat dari pagi sampai malam hari. Waktu tempuh dari Rangkasbitung ke Tanah Abang hanya dua jam. Oleh karenanya, dia sengaja membawa anak dan istri untuk jalan-jalan ke Tanah Abang. Setelah sampai, Suheri langsung pulang lagi ke Rangkasbitung dengan menggunakan KRL.
“Perjalananannya cukup nyaman dan enggak ada gangguan sama sekali. Bahkan, waktu tempuhnya sudah sesuai, yakni dua jam sampai ke Stasiun Tanah Abang,” ujarnya.
Senada disampaikan Masitoh, warga Rangkasbitung. Kata dia, pengoperasian KRL Rangkasbitung–Tanah Abang berjalan dengan baik. Dia dan kerabatnya di Rangkasbitung sengaja naik KRL ke Jakarta karena ingin cepat dan bebas macet. “Saya hanya jalan-jalan ke Jakarta. Enggak tiap hari sih naik kereta,” tukasnya. (Mastur/Radar Banten)









