SERANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi Regional XIII menggandeng Pemkab Serang untuk bersama-sama mengurangi angka kematian ibu dan bayi sebelum dan pasca melahirkan.
Melalui program persalinan normal ibu sehat anak kuat yang selama ini sudah berjalan, BPJS Kesehatan mengupayakan agar angka kematian ibu dan bayi menurun.
“Program ini mengintegrasikan tujuh aktivitas, di antaranya pemahaman pada ibu hamil, senam ibu hamil, edukasi bahkan ada mentoring yang diberikan pada spesialis. Kemudian kita akan mengintegrasikan program tersebut bersama Dinkes dengan cara memadukan dengan seluruh ibu hamil yang kita jadikan kelompok-kelompok yang terus kita pantau persalinannya hingga normal nanti,” kata General Manager BPJS Kesehatan Divisi Regional XIII Benjamin Saut seusai acara Pencanangan Prosalinsehat dan Prolanis PPOK-Asma, yang juga dihadiri oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Sri Nurhayati, di Puskesmas Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis (6/4).
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan, saat ini Pemkab Serang telah berupaya menekan angka kematian ibu dan anak dengan membawa ke Rumah Tunggu Kelahiran, yang tahun 2016 lalu sudah diresmikan dan dibangun sebanyak 12 Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).
“Kami berupaya dengan memantau bersama Dinkes melalui Rumah Tunggu Kelahiran yang sudah kita punya. Namun ternyata adanya Rumah Tunggu Kelahiran tersebut belum mengatasi masalah terkait penekanan angaka kematian ibu dan anak, mungkin ke depannya untuk ibu yang sudah melahirkan agar kita kontrol terlebih dahulu supaya tidak kejang, baru nanti kita perbolehkan pulang,” ujarnya
Sedangkan untuk faktor penyebab angka kelahiran ibu dan bayi yang masih menjadi dominan di lapangan, yakni pendarahan, infeksi, dan kejang.
“Yang paling dominan itu pendarahan, karena kalau kehabisan darah itu fatal,” katanya.
Acara yang dilanjutkan dengan meninjau fasilitas ruang bersalin di Puskesmas Ciruas itu diharapkan agar berdampak langsung pada kesehatan ibu saat hamil dan pasca melahirkan.
“Kami ingin ibu hamil melahirkan secara normal, sehat dan selamat,” harapnya
Untuk diketahui, di Kabupaten Serang angka kematian ibu dan bayi sudah menurun dibandingkan tahun 2015. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, sebanyak 62 kasus terjadi sepanjang tahun 2015 dan di tahun 2016 menurun menjadi 59 kasus. (Wirda Gariza Haq/risawirda@gmail.com)









