CILEGON – Jelang bergulirnya kompetisi Liga 2 Indonesia 2017 pada 19 April, skuat Cilegon United (CU) masih dihantui dengan performa striker yang belum mampu menunjukkan tajinya. Seperti yang terlihat di dua laga sebelumnya ketika Laskar Geger Cilegon -julukan CU- menghadapi dua tim Liga 1 Indonesia, yakni Persija dan Sriwijaya FC, para juru gedor CU belum mampu mencetak gol.
Oleh karena itu, manajemen CU mencoba menghadapkan skuat besutan Arcan Iurie dengan tim yang berada di level dan kasta kompetisi yang sama, yakni PSCS Cilacap. Laskar Geger Cilegon bertolak menuju Cilacap untuk menjajal kekuatan juara Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 di Stadion Wijayakusuma, Cilacap pada Kamis (13/3) pukul 15.00 WIB.
Laga kontra PSCS dijadikan lahan buat menguji ketangguhan striker CU. Juru gedor CU saat ini, yakni Afriansyah, Ali Nahumaruri, dan Aray Suhendry dituntut mengakhiri kebuntuan atau puasa gol pada saat menghadapi PSCS.
Kepala Pelatih CU Arcan Iurie mengatakan, tugas utama striker adalah mencetak gol. Untuk itu para striker CU akan diuji kualitasnya ketika menghadapi PSCS. “Secara perlahan kualitas atau naluri mencetak gol striker kami semakin bagus. Tapi kita butuh menguji mereka (striker) di laga sebenarnya dan dengan tim yang selevel. Jujur saja, ketika menghadapi Persija dan Sriwijaya, anak-anak kesulitan untuk menemukan insting mencetak gol. Sekarang striker kami semakin bagus dan kita buktikan di Cilacap nanti,” kata pelatih asal Moldova itu kepada Radar Banten di sela mendampingi latihan skuatnya di Stadion Krakatau Steel (KS), Sabtu (8/4) sore.
Arcan menambahkan, tidak hanya akan menjadi panggung uji coba striker, secara keseluruhan skuat CU akan dipantau secara seksama ketika menghadapi PSCS. “Kami kan belum menentukan skuat inti tim dan sementara ini masih kerangka tim. Jadi ketika menghadapi PSCS, kami akan menjadikan juga sebagai tolok ukur untuk menentukan starting eleven. Semua pemain akan kami beri kesempatan tampil dan membuktikan kualitas terbaiknya sebagai bahan evaluasi jelang kompetisi,” imbuh mantan arsitek Persib itu.
Sementara itu, CEO CU, Yudhi Apriyanto menyatakan, sambil terus mematangkan skuat yang ada saat ini, manajemen juga terus menjalin komunikasi dengan beberapa pemain, terutama pemain di posisi striker dan gelandang untuk menambah kekuatan tim. “Ada beberapa pemain yang tengah dalam proses negosiasi dan lainnya. Ada dari Persiwa Wamena dan Pusamania Borneo FC untuk posisi striker dan dari Semen Padang untuk posisi gelandang. Kalau ada kesepakatan, nanti kita akan coba pemain anyar tersebut di Cilacap. Kalau staf pelatih suka dan cocok, ya kita akan rekrut,” ucap pria bertubuh gempal tersebut.
Namun demikian, untuk sementara pihaknya tetap fokus mematangkan skuat yang ada saat ini. “Tim yang ada saat ini menjadi prioritas, tapi belum final. Kita kan mencari yang terbaik karena persaingan di Liga 2 nanti sangat berat. Kalau salah melangkah, kita akan tergelincir. Dan untuk bangun lagi sangat sulit,” tandas Yudhi. (Andre Adisas Putra/Radar Banten)








