SERANG – Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indoensia dan Kanwil Kemenag Provinsi Banten pada 10 April lalu melakukan audit syariah terhadap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten. Hasil dari audit tersebut diumumkan pada Kamis (13/4) dengan nilai 340 poin atau setara dengan nilai kepatuhan 100%.
Baznas tidak hanya wajib diaudit oleh akuntan publik, juga oleh oleh Kemenag sebagai otoritas audit Syariah. Kemenag pula menyampaikan beberapa pertanyaan terkait faktor SWOT dalam pengelolaan zakat di Baznas Banten sebagai salah satu indikator audit kepatuhan syariah.
Kabid Penghimpunan Baznas Banten Rifa’i Halir mengatakan, Baznas Banten senantiasa mematuhi aturan perundang-undangan, fatwa MUI, maupun local wisdom yang ada di Banten. “Penghimpunan zakat senantiasa melihat dan tunduk pada aspek syariah, seperti membacakan doa kepada muzakki, dan melakukan transparansi dana di setiap bulannya melalui media massa. Dalam bidang pendistribusian, Baznas Banten senantiasa memperhatikan aspek permerataan dan skala prioritas bagi mustahik,” katanya Rifai melalui siaran pers.
Menurutnya, pada dasarnya audit syariah memang sudah menjadi wacana Kemenag dari beberapa tahun terakhir, sebagaimana Direktur Zakat dan Wakaf sampaikan pada Rapat Evaluasi Zakat tahun 2016. Pada tahun 2017 ini dimulai audit syariah bagi Baznas.
Zulfikar, Penanggungjawab Baznas Banten untuk rekomendasi perwakilan lembaga amil zakat (LAZ) di Banten, menambahkan, audit merupakan salah satu standar pengelolan zakat di Indonesia, khususnya Baznas dan umumnya lembaga amil zakat (LAZ). “Kami telah berkoordinasi dengan perwakilan LAZ di Banten, bahwa salah satu syarat rekomendasi dari Baznas Banten untuk perizinan perwakilan LAZ adalah bersedia di audit syariah. Hal ini diperlukan karena organisasi zakat bukan hanya mencakup urusan dunia semata, tapi akhirat juga,” ungkapnya.
Dengan adanya opini kepatuhan syariah ini, lanjut dia, kepercayaan masyarakat atau shareholder terhadap Bazas Banten sebagai badan pengelolan zakat yang amanah dan professional di Provinsi Banten semakin meningkat. (Aas Arbi/aasbogakahayang@gmail.com)








