CILEGON – Kapolres Kota Cilegon Raden Romdhon Natakusuma meminta masyarakat Kota Cilegon untuk tidak resah terkait adanya penangkapan seorang terduga teroris di Lingkungan Kubang Lesung Gegunung, RT 01, RW 01, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil pada sekitar pukul 11.00 WIB siang tadi.
“Intinya masyarakat jangan sampai panik dan resah. Tapi harus tetap waspada. Jika ada sesuatu yang mencurigakan kita himbau untuk segera melaporkan kepihak yang berwajib seperti polisi dan TNI,” ujar Romdhon kepada Radar Banten Online usai mengisi tausiah di Masjid Jami Baitul Khalik, Kecamatan Ciwandan saat taraweh berkunjungnya yang ke-6, Rabu (7/6) malam.
Pasca penangkapan terduga teroris yakni Muhammad Khoeron alias Sulis (40) warga Desa Plelen, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang dibekuk oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri tersebut, Romdhon mengaku penjagaan keamanan semakin diperketat dengan meningkatan peran personilnya dari jajaran intelijen.
“Kalau diwilayah Cilegon hanya satu itu yang diamankan sebagai terduga teroris. Kita pengamanan seperti biasa saja ramadhan saat ini. Untuk masalah pengetatan penjagaan tidak kita tampilkan dalam arti pengamanan terbuka. Tapi pengamanan secara tertutup yang kita tingkatkan,” kata Romdhon.
Sebelumnya, seorang saksi mata penangkapan, Sobirin mengatakan Muhammad Khoeron alias Sulis (40) dibekuk oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri saat terduga teroris itu tengah beristirahat disebuah rumah yang masih tahap pengerjaan. Sulis sudah bekerja selama 1,5 bulan sebagai kuli bangunan dirumah tersebut
“Dia (Sulis) lagi duduk disini, lagi istirahat habis kerja bangunan. Tiba-tiba dateng rombongan orang langsung nangkep dan ngeborgol dia. Tidak ada perlawanan, kemudian Sulis dibawa masuk ke mobil,” ujar Sobirin, rekan sepekerja Sulis di pengerjaan pembangunan rumah. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)








