SERANG – Pasar Kawasan Pedesaan di Desa Labuan, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang belum juga digunakan. Padahal, pembangunan pasar yang difungsikan sebagai kegiatan jual-beli ini sudah selesai sejak tahun lalu. Namun bangunan yang dianggarkan melalui Kementrian Desa (Kemendes) ini masih kosong melompong, tak ada kegiatan perekonomian sebagaimana pasar di tempat lainnya.
Pasar Kawasan Pedesaan ini terdapat 20 kios terbuka dan 8 toko berirai rolling. Berwarna cat kuning cerah dan jingga di tengah hamparan lapangan olahraga masyarakat Desa Labuan, Kecamatan mancak terlihat sepi. Beberapa anak desa bermain di area pasar tersebut. Mereka (anak-anak-red) bermain sepeda di tengah terik matahari di bawah bangunan pasar yang sepi tak berpenghuni itu.
Ketika Radar Banten Online memasuki ruang kios terbuka, lantai berpualam putih itu sangat kotor. Terdapat bekas kaki anak-anak bermain dan sampahnya pun berserakan. Dinding-dinding Pasar Kawasan Pedesaan ini masih terlihat kokoh, beratap baja ringan dan bagian besi untuk menggantung dan memajang barang dagangannya pun belum berkarat. Di ruang kecil di bagian ujung kios terbuka berukuran 2×2 meter tampak terkunci dengan pintu kaca hitam, Radar Banten Online mencoba mengintip ruang gelap tersebut, terlihat kosong.
Sekertaris Desa Labuan Zaenudin membenarkan belum difungsikannya Pasar Kawasan Pedesaan di Desa Labuan ini. Ia belum bisa memastikan kapan akan digunakan sebagai kegiatan transaksi jual-beli layaknya sebuah pasar maupun swalayan.
“Pak Camat masih menangguhkan peresmiannya. Khawatir ada masalah. Karena, itu lapangan olahraga masyarakat, jadi kami harus memindahkan lapangan masih di sekitar Desa Labuan, sedang dalam proses pemindahan juga,” terang Zaenudin usai melaksanakan salat duhur.
Ia menerangkan bangunan dari Kementrian Desa ini sudah rampung sejak 2016 lalu. Anggaran dana pembangunan pasar tersebut, ia pun tak tahu. Karena semua sudah difasilitasi mulai dari pembuatan pasar sampai membentuk bangunan pasar. “Kami hanya menerima fisiknya saja dari Kemendes,” terang Zaenudin mengenakan baju PNS itu.
Berdasarkan pemaparannya, Zaenudin mengungkapkan bahwa pasar tersebut sebenarnya sudah banyak pemesan. Kata dia, pasar di tengah lapangan seluas 1 hektare itu digunakan sebagai pasar pra wisata, menjual produk oleh-oleh khas. Namun bukan menutup ruang bagi penjual lain untuk berdagang barang lainnya selain oleh-oleh.
“Kami berharap secepatnya bisa dibuka pasar ini. Tinggal menunggu lapangan baru itu. Cepat digarap, disisi dan diresmikan,” pintanya, (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









