SERANG – Akibat tersambar api yang berasal dari pembakaran sampah, satu ruang kelas belajar Madrasah Husnul Huda, Kompleks Kelapa Dua RT 01 RW 07, Kecamatan Serang, Kota Serang, Minggu (10/9) malam hangus terbakar.
Informasi yang diterima Radar Banten, kebakaran yang terjadi sekira pukul 23.30 ini berawal dari tumpukan sampah yang dibakar tidak jauh dari ruang kelas madrasah. Namun, karena semakin membesar dan angin kencang akhirnya membakar satu ruang kelas IV Madarasah Husnul Huda. Api sempat berkobar, tetapi dapat dipadamkan setelah tim pemadam kebakaran menurunkan delapan unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.
Kepala Madrasah Husnul Huda Gunawan Hariyanto membenarkan jika kebakaran disebabkan oleh pembakaran sampah yang tidak jauh dari lokasi madrasah. Kendati saat kejadian dirinya tidak mengetahui. “Atap dan kursi yang ada di dalam hangus terbakar. Akibat bakar sampah di samping,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/9).
Kata dia, fasilitas yang ada di madrasah yang ia pimpin kekurangan, ditambah setelah kejadian kebakaran. Ruang kelas belajar yang terbakar digunakan bagi siswa kelas IV. “Kebetulan murid kelas IV paling banyak, jumlahnya 40 siswa,” katanya.
Untuk itu, siswa yang menggunakan ruang belajar tersebut akan belajar di teras menggunakan karpet. Ia berharap secepatnya memeroleh bantuan.
Pantauan Radar Banten, para siswa mulai berdatangan sekira pukul 13.30 WIB. Sejumlah siswa terkejut lantaran belum mengetahui kebakaran tersebut. Sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM), sejumlah siswa madrasah bersama-sama memindahkan beberapa meja dan kursi yang tersisa serta membersihkan ruangan yang dipenuhi debu untuk digunakan sementara.
Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang Machdum Bachtiar membenarkan bila telah terjadi kebakaran yang menimpa sekolah diniah setelah mendapatkan laporan dari pihak madrasah. “Kami turut prihatin atas kejadian tersebut, mudah-mudahan siswa tidak terganggu. Paling nanti ada pemindahan proses belajar siswa,” katanya.
Disinggung mengenai bantuan yang akan diberikan, Machdum menjelaskan, bila madrasah diniah tidak seperti madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah yang memeroleh dana bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, pihaknya mendorong Pemerintah Kota Serang memperhatikan keberadaan sekolah diniah yang ada. “Karena memang masih banyak yang perlu mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah,” tandasnya. (Fauzan D-Aaq/RBG)









