CILEGON-Delapan binaragawan Banten terus digenjot jelang tampil di kejuaraan nasional (Kejurnas) Binaraga Mr Indonesia 2018 yang akan dilangsungkan Maret nanti. Saat ini kedelapan binaragawan Banten itu tengah menjalani pemusatan pelatihan di Raja Gym Cilegon.
Kedelapan binaragawan yang diterjunkan, yakni Sunarya (kelas 55 kilogram), Suparman (kelas 60 kilogram), Iwan Setiawan (kelas 65 kilogram), Edi Santoko (kelas 75 kilogram), Teuku Ian (kelas 80 kilogram), Hendra Sain (kelas 85 kilogram), Samsul Bahri (kelas 55 kilogram), dan Rachmad Widjaja (kelas +85 kilogram).
Pada single event yang bertajuk seri ini, binaragawan Banten memiliki prestasi yang lumayan bagus. Tercatat di dua seri yang dilangsungkan tahun 2017, binaragawan Banten selalu berhasil membawa medali ke Tanah Jawara.
Pada Kejurnas Binaraga Mr Indonesia 2017 Seri I yang dilangsungkan di Sawahlunto, Sumatera Barat, medio Mei 2017, tim binaraga Banten sukses meraih tiga keping medali, yaitu satu medali emas dan dua medali perunggu. Medali emas dipersembahkan Teuku Ian (kelas 80 kilogram). Sementara dua keping medali perunggu disumbang Samsul Bahri (kelas 55 kilogram) dan Iwan Setiawan (kelas 70 kilogram).
Sementara itu pada Seri II yang digelar di Semarang, Jawa Tengah medio Desember 2017, binaragawan Banten juga sukses merengkuh dua keping medali yaitu satu emas dan satu perunggu. Medali emas dipersembahkan Samsul Bahri (kelas 55 kilogram) dan medali perunggu diraih Teuku Ian (kelas 80 kilogram).
Pelatih Binaraga Banten Satya Teruna mengatakan, delapan binaragawan Banten telah melakukan persiapan maksimal agar mampu memperbaiki prestasi di Seri I tahun 2018. “Anak-anak semuanya sudah siap dan mereka akan berjuang semaksimal mungkin. Persiapan kami sudah sangat matang dan tidak ada alasan untuk tidak menuai prestasi. Bahkan beberapa waktu lalu seluruh atlet telah melakukan diet ekstra dan telah melalui masa cutting (pengeringan lemak) dengan cara berjemur dan sauna. Intinya semua sudah siap,” kata Satya kepada Radar Banten ketika ditemui di Raja Gym Cilegon, Selasa (23/1).
Satya menambahkan, lima kelas memiliki peluang paling besar untuk meraih medali. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan akan ada kejutan di tiga kelas lainnya. “Binaraga selalu ada kejutan. Bila merujuk pada capaian tahun 2017, lima kelas hampir bisa diprediksi dapat medali. Yakni Sunarya (kelas 55 kilogram), Teuku Ian (kelas 80 kilogram), Hendra Sain (kelas 85 kilogram), Samsul Bahri (kelas 55 kilogram), dan Rachmad Widjaja (kelas +85 kilogram),” terangnya.
Meski optimistis mampu memboyong medali dari lima kelas tersebut, bukan berarti bainaragwan Banten tanpa beban. Binaragawan Jawa Timur, diakui Satya akan menjadi pesaing terberat nanti. “Kekuatan sudah terlihat dan Jawa Timur yang paling harus kami antisipasi. Persiapan Jawa Timur sangat matang dan mereka juga memiliki atlet yang tak kalah bagusnya,” tegasnya.
Kepala Bidang Binpres KONI Banten, Hengky S Breemer berharap, cabang olahraga (cabor) binaraga mampu meningkatkan prestasi dengan melampaui capain tahun 2017 lalu. “Kami yakin dan percaya binaraga bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Bahkan dengan prestasi dan kualitas atlet yang dimiliki saat ini, tidak ada alasan binaraga tak memboyong medali emas di kejurnas nanti. Prestasi terbaik di kejurnas nanti juga bisa mendongkrak kepercayaan diri atlet untuk menghadapi Pra-PON 2019 nanti,” ucapnya singkat. (Andre AP)











