SERANG – Penyelidikan kasus penyerangan terhadap puluhan pelajar SMK YKTB 3 Kota Bogor hingga menewaskan Rizki Hadi Kusuma (16) pada Sabtu (17/3) malam, menemui titik terang. Polisi memeroleh rekaman sekelompok pemuda yang diduga sebagai penyerang puluhan pelajar tersebut. “CCTV sudah ada. Rekaman itu menguatkan adanya indikasi keberadaan mereka (kelompok penyerang-red) di tempat tersebut,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin ditemui di Puspemkot Serang, Jumat (23/3).
Berdasarkan rekaman CCTV atau kamera pengintai itu, diketahui ada delapan hingga sepuluh sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi kejadian setelah lima menit peristiwa penyerangan. “Dari kendaraan yang digunakan dan ciri-ciri pakaian yang digunakan, semua mendekati keterangan saksi yang ada di lokasi kejadian,” kata Komarudin.
Namun, diakui Komarudin, polisi belum dapat menyimpulkan atau mengidentifikasi asal kelompok tersebut. Alasannya, rekaman tersebut masih terlalu kabur. “Ciri-ciri masih ditajamkan, fokusnya (gambar-red) terlalu jauh,” jelas Komarudin.
Penyerangan itu terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, puluhan pelajar tersebut berniat pulang ke rumahnya masing-masing usai berlibur di Pantai Anyar sejak Jumat (16/3). Lantaran kehabisan ongkos pulang, rombongan pelajar ini menumpang truk dari Cilegon menuju Serang.
Saat menunggu bus, puluhan pelajar asal Bogor itu diserang oleh sekelompok pemuda tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Penyerangan berlangsung singkat. Usai bentrokan, Rizki ditemukan tergeletak di depan rumah warga dengan keadaan sejumlah luka tusukan benda tajam di tubuhnya. Korban sempat menerima pertolongan medis, tetapi nyawa korban tidak tertolong. “Dalam rekaman itu terlihat jenis sajamnya. Bisa dilipat. Supliernya sudah kita ketahui,” kata Komarudin.
Sebelumnya, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RS dr Drajat Prawiranegara Serang, dr Budi Suhendar mengatakan, korban meninggal akibat luka tusukan benda tajam di bagian paha kiri. “Yang kita temukan ada luka tusuk benda tajam di paha kiri, dan tampaknya ini mengenai pembuluh nadi sehingga menyebabkan pendarahan dan kematian,” katanya. (Merwanda/RBG)










