SERANG – Bupati dan Wakil Bupati Tangerang terpilih hasil Pilkada serentak 2018, menjadi kepala dan wakil kepala daerah pertama di Provinsi Banten yang dilantik oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Duet Ahmed Zaki Iskandar dan Mad Romli pun dituntut untuk membuktikan janji politiknya melakukan pembangunan di Kabupaten Tangerang dalam lima tahun ke depan.
Usai dilantik gubernur, Bupati Tangerang periode 2018-2013 Ahmed Zaki Iskandar langsung memastikan bahwa dirinya dan Mad Romli akan langsung bekerja merealisasikan 15 program unggulan sesuai janji politiknya saat kampanye. “Fokus kami masih pada pembangunan infrastruktur, baik itu pendidikan, kesehatan, jalan, irigasi dan layanan dasar lainnya. Selain itu juga kami fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia. Saya dan Pak Romli akan segera memulai bekerja mewujudkan 15 program unggulan kami,” kata Zaki kepada wartawan di pendopo gubernur, KP3B, Kota Serang, Jumat (21/9).
Zaki memaparkan, 15 program unggulan yang akan diwujudkannya selama lima tahun ke depan, merupakan penajaman dari 25 program unggulan saat ia memimpin Kabupaten Tangerang pada periode pertama. Zaki pun tidak mau sesumbar terkait yang bisa dicapainya dalam 100 hari kerjanya setelah dilantik.
Ia berkilah, program yang akan dijalankannya sudah masuk pada RPJMD Kabupaten Tangerang. Sehingga programnya tidak dibatasi hanya pada 100 hari kerja. “Kami sudah buat 15 program unggulan, dulu 25 program. Jadi periode sekarang melakukan penajaman program yang telah dilaksanakan periode pertama,” ungkapnya.
Terkait program pembangunan infrastruktur, Zaki berharap dirinya dan Mad Romli mendapat dukungan yang maksimal dari masyarakat Kabupaten Tangerang. Sementara terkait program pembangunan SDM, Zaki berjanji akan lebih fokus pada generasi muda. “Nanti banyak kita lakukan pembinaan terhadap generasi muda di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Untuk mewujudkan 15 program yang telah digagasnya, Zaki kembali menegaskan komitmennya terkait good governance dan clean goverment di Pemkab Tangerang. “Saya lebih percaya pada sistem, kalau sistemnya sudah jelas, tegas dan transparan, saya yakin semua ASN di Pemkab Tangerang tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan,” ungkapnya.
Dengan sistem yang baik, lanjut Zaki, pengawasan lebih mudah sehingga bisa menghindari terjadinya penyelewengan kekuasaan maupun peyalahgunaan anggaran. “Sekarang ini sudah diterapkan sistem informasi manajemen daerah (Simda). Melalui Simda, semua layanan dipantau secara online dan menggunakan informasi teknologi. Bahkan, transaksi keuangan dan penggunaan anggaran tidak ada yang menggunakan uang tunai,” ujarnya.
“Dalam lima tahun ke depan, sistem pemerintahan kita akan terus diperbaharui. Termasuk kepada pelayanan masyarakat, enggak ada yang berbeda, kita semua satu sistem, per detik, per menit, per jam bisa langsung terpantau,” tambah Zaki.
Senada, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli mengaku akan langsung bekerja bersama Zaki Iskandar untuk meneruskan program sebelumnya. “Kami meminta doa restu kepada seluruh warga Kabupaten Tangerang agar kami bisa merealisasikan visi misi dan janji politik kami,” kata Romli.
Pelantikan Zaki dan Romli dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.36-5897 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Bupati Tangerang Provinsi Banten, dan SK Nomor 132.36-5898 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Wakil Bupati Tangerang Provinsi Banten masa jabatan 2018-2023.
Sebelum dilantik, Zaki dan Romli juga mengucapkan sumpah jabatan, kemudian menandatangani berita acara pengucapan sumpah jabatan, pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan, penyerahan petikan keputusan Mendagri, serta penandatanganan pakta integritas.
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Wahidin Halim menekankan kepada Zaki dan Romli yang baru dilantik untuk dapat melanjutkan program pembangunan. Dalam menuntaskan program pembangunan, Wahidin meminta Bupati dan Wakil Bupati Tangerang dapat bekerja sama atau bersinergi dengan baik agar program dapat terealisasi sesuai target dan harapan masyarakat.
“Terutama kepada Wakil Bupati Tangerang, saya amanatkan bantu Pak Zaki dalam membangun Kabupaten Tangerang karena masih banyak program pembangunan yang harus dilaksanakan,” ungkap Wahidin.
Gubernur yang akrab disapa WH ini menuturkan, kerja sama yang baik penting dan harus dilakukan karena Bupati dan Wakil Bupati kini telah satu kotak. “Apa pun yang dilakukan oleh Bupati, maka Wakil Bupati harus turut serta bertanggung jawab bersama Bupati. Niatkan dengan baik, tujuankan yang baik serta kerjakan dengan baik insya Allah semua akan berjalan dengan baik,” tegasnya.
WH berharap Bupati dan Wakil Bupati Tangerang yang baru dapat melaksanakan tugas yang diembannya dengan amanah serta dapat bekerja dengan baik, keduanya harus bersinergi, solid serta mengutamakan kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Tangerang. Sebagai tugas pertama, WH berpesan agar keduanya menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Tangerang agar tetap kondusif terutama dalam menghadapi Pemilu 2019. “Jangan terbawa kepada kepentingan individu dan kelompok sesaat,” pesan WH.
Terkait sinergitas kabupaten kota dan provinsi, WH meminta keduanya pun saling mendukung dan tidak perlu dibuat konflik. Karena, Pemprov Banten dan kabupaten kota memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menyejahterakan masyakat.
Turut hadir dalam acara pelantikan tersebut adalah Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Pj Sekda Banten Ino S Rawita, unsur Forkopimda Provinsi Banten serta Kabupaten Tangerang, mantan Bupati Tangerang Ismet Iskandar beserta keluarga dan tamu undangan lainnya. (Deni S/RBG)











