SERANG – Pemprov Banten mengerahkan empat ribu lebih ASN untuk hadir di Kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, untuk ikut upacara peringatan hari jadi ke -18 Provinsi Banten, 4 Oktober 2018.
Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita mengungkapkan, persiapan menyambut perayaan HUT Banten sudah siap 100 persen. Sebelum upacara peringatan, acara HUT dimulai dengan ziarah bersama, selanjutnya penampilan silat masal, atraksi para pemotor gabungan dari Brimob dan atlet, menyaksikan lorong sejarah, launching aplikasi JAWARA, dilanjutkan dengan potong tumpeng, pesta rakyat dan festival panjang, serta festival kesenian. Pada kesempatan itu juga ada pelepasan kafilah Banten yang akan mengikuti MTQ Nasional 2018 di Medan. “Di sana juga akan digelar kegiatan bakti sosial,” kata Ino kepada wartawan usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Banten, Selasa (2/10).
Ia menambahkan, semua ASN Pemprov Banten wajib mengenakan pakaian adat khas Banten saat menghadiri puncak peringatan HUT Banten. “ASN wajib hadir semua. Bukan hanya itu saja, tokoh masyarakat, bupati dan walikota serta Forkopimda juga hadir. Kita undang masyarakat Banten untuk bersama-sama merayakannya,” ungkapnya.
Mengenai akses menuju kawasan Banten Lama, Ino mengaku, pihaknya sudah mengintruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Banten untuk koordinasi dengan Polda Banten untuk mengatur lalulintas. “Biar nggak macet nanti Dishub dan kepolisian akan melakukan rekayasa lalulintas,” urainya.
Kendati perayaan dilakukan hampir satu hari penuh, Ino mengingatkan ASN tidak bolos kerja. Pada saat acara akan disediakan absensi. “Jadi kalau tidak hadir kita berikan sanksi tegas. Sebab pulul 14.00 WIB, kegiatan dilanjutkan rapat paripurna di DPRD Banten,” ujar Ino.
Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengapresiasi keseriusan Pemprov menggelar HUT Banten di Banten Lama. Menurutnya, berdasarkan pantauan langsung pimpinan DPRD, Banten Lama yang sedang direvitalisasi sudah layak digunakan sebagai lokasi tempat perayaan HUT ke-18 Provinsi Banten. “Progres revitalisasi saat ini sudah mencapai 38 persen dan sudah bisa digunakan untuk kegiatan HUT. Dipilihnya keraton Banten sebagai lokasi perayaan HUT Banten diharapkan membawa semangat perubahan terhadap Banten, dimulai dari keraton Banten,” katanya.
Dijelaskan Asep, progres capaian program revitalisasi Keraton Banten ini, menjadi sebuah kebanggan masyarakat. “Tidak sia-sia kami men-support anggaran revitalisasi. Ini akan menjadi ikon pusat budaya dan peradaban Banten. Kita lihat kawasan Surosowan Banten Lama sudah seperti Madinah dan menjadi kebanggaan masyarakat Banten,” jelasnya.
Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, perayaan HUT Banten tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya karena pertama kali perayaan HUT diadakan di Banten Lama. “Persiapan sih biasa saja. Hal baru adalah tempatnya di pusat peradaban Islam Banten Lama. Wartawan semuanya harus datang walaupun revitalisasi belum rampung 100 persen,” katanya. (Deni S/RBG)








