RANGKASBITUNG – Sejumlah sopir dan para penumpang di Terminal Kalijaga, Rangkasbitung, mengeluhkan kondisi atap peron terminal yang rusak parah. Mereka meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lebak untuk segera memperbaiki agar tidak membahayakan keselamatan penumpang dan para sopir yang beraktivitas di areal itu.
Suratman, sopir angkutan kota (angkot) Aweh-Kalijaga mengatakan, bangunan Terminal Kalijaga di pusat Kota Rangkasbitung cukup memprihatinkan. Sudah lama terminal tersebut tidak diperbaiki sehingga atap bangunan bolong-bolong dan rapuh. Bahkan, beberapa bagian bangunan sudah berjatuhan.
“Kami prihatin dengan kondisi Terminal Kalijaga yang dibiarkan rusak. Mestinya, pemerintah daerah rutin memperbaiki terminal yang tiap hari ramai dipenuhi calon penumpang,” kata Suratman kepada wartawan, kemarin.
Para sopir angkot, katanya, sudah menyampaikan masalah tersebut kepada Dishub Lebak. Namun, sampai sekarang aspirasi perbaikan terminal belum direspons sehingga kondisinya akan bertambah rusak.
“Kondisi bangunan peron terminal yang rusak membuat calon penumpang dan para sopir tidak nyaman. Mereka khawatir tertimpa material bangunan yang sudah rapuh,” ujarnya.
Para penumpang yang masuk ke terminal memilih untuk tidak diturunkan di bawah bangunan tersebut. Mereka turun di areal terminal dan langsung melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan masing-masing. “Tiap hari ratusan atau bahkan ribuan orang menggunakan jasa angkot. Mestinya, fasilitas umum seperti terminal diperhatikan pemerintah,” ungkapnya.
Hardi, penumpang angkot asal Leuwidamar mengaku, prihatin dengan kondisi bangunan Terminal Kalijaga. Bangunan terminal yang rusak berpotensi membahayakan para penumpang dan sopir angkot yang tiap hari beraktivitas. Untuk itu, dia meminta kepada dinas terkait melakukan perbaikan agar kerusakan atap terminal tidak semakin parah.
“Tiap hari petugas Dishub Lebak mengambil retribusi jasa terminal kepada para sopir angkot. Sudah selayaknya fasilitas di areal terminal ditata dan diperbaiki agar membuat aman dan nyaman semua orang,” tegasnya.
Dia berharap, pada 2019 Pemkab Lebak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Terminal Kalijaga. Kalau tidak ditangani, dia yakin kerusakan akan bertambah parah. “Pemerintah jangan menunggu bangunan tersebut ambruk dan membahayakan masyarakat. Segera perbaiki, jangan sampai enggak,” harapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Terminal dan Parkir pada Dishub Kabupaten Lebak Dudi Mulyadi mengatakan, tidak ada anggaran untuk perbaikan peron Terminal Kalijaga. Rencananya, kata dia, Pemkab akan mengintegrasikan pembangunan Terminal Kalijaga dengan Stasiun Rangkasbitung. Tujuannya, supaya para penumpang bisa menikmati fasilitas terminal dan stasiun yang aman serta nyaman.
“Pembangunan terminal yang terintegrasi dengan stasiun akan direalisasikan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang yang akan menikmati moda transportasi darat,” katanya. (tur/zis/ira)










