Hari ke-17 road show Bintang Sains 2019, Jumat (1/2) di Kecamatan Jawilan yang diselenggarakan di Gedung PGRI Kecamatan Jawilan berlangsung seru dan di luar dugaan. Terutama persaingan pada babak penentuan, peserta mampu memecahkan soal hingga level andalan.
Bintang Sains 2019 di Kecamatan Jawilan diikuti 165 peserta dari 17 sekolah. Lomba dibagi dua sesi. Pada sesi penentuan tersisa 65 peserta yang bersaing memperebutkan jatah 10 finalis perwakilan Kecamatan Jawilan.

Baik sesi pertama maupun kedua peserta berguguran pada pertanyaan esai. Persaingan sesungguhnya terjadi pada sesi penentuan. Host sampai harus terus meningkatkan level pertanyaan untuk mengurangi peserta hingga mengerucut menjadi sepuluh finalis. Satu per satu peserta berguguran. Berbagai ekspresi pun ditunjukkan peserta saat keluar dari arena. Mulai dari menutup wajah, berjalan lunglai, hingga menitikkan air mata. Berbeda dengan peserta yang bertahan, mereka menunjukkan senyum bahagia, ada pula yang ekspresif mengangkat kepalan tangannya ke atas dan berteriak.

Peserta terus berguguran hingga menyisakan sembilan siswa. Drama terjadi ketika host harus memilih satu dari dua siswa yang masih berpeluang maju ke final. Kedua siswa berasal dari sekolah yang sama, yakni dari SDN Haurdapung atas nama Avrillia dan Muhammad Niko yang memprebutkan sisa jatah satu agar dapat bergabung menjadi bagian 10 finalis. Kedua peserta ini mampu menjawab semua soal yang dibacakan host hingga memaksa host membacakan soal level andalan. Kedua peserta bersaing ketat dan mampu memecahkan soal level andalan. Disampaikan host Bintang Sains 2019 Qonitah Malina Amalia yang kagum dengan peserta Bintang Sains 2019 Kecamatan Jawilan mampu bertahan hingga soal level paling tinggi. “Kita bacakan soal IPA dan matematika sampai yang level high,” ungkapnya.

Soal level andalan terus dibacakan host hingga akhirnya dewi fortuna lebih berpihak kepada Avrillia. Siswi kelas V itu unggul pada pertanyaan IPA dan berhak masuk menjadi bagian dari sepuluh finalis perwakilan Kecamatan Jawilan.
Guru pendamping SDN Haurdapung, Leli mengungkapkan bahwa siswa didiknya yang bernama Avrillia dan Muhammad Niko merupakan siswa unggul di sekolahnya. “Ya mungkin keberuntungan ada di Avrillia. Bagi saya, mereka sama-sama juara,” ucapnya memotivasi siswa didiknya.
Sepuluh finalis didominasi dua sekolah. Yakni, empat peserta dari SDN Parakan 2 dan empat peserta dari SDN Citeras. Sisanya satu peserta dari SDN Haurdapung dan satu peserta dari SDN Parodot. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Jawilan Madrosi, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Jawilan Rohyat, Ketua PGRI Jawilan Sugianto, Pengawas Kecamatan Jawilan Iis Iriana dan Unaini Sukarah.

Salah satu finalis dari SDN Haurdapung Avrillia mengaku bangga dan terharu bisa menjadi finalis Bintang Sains 2019. “Rasanya campur aduk, senang tapi pengen nangis terus,” ucapnya sambil mengusap mata.
Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Jawilan Rohyat meminta, event Bintang Sains 2019 bisa rutin diselenggarakan setiap tahun, “Ini lomba yang sangat bermanfaat. Para guru dan kepala sekolah jadi bisa mengukur tingkat kesuksesan kegiatan belajar mengajar di kelas,” terangnya. (Haidaroh)










