RANGKASBITUNG – Banjir bandang yang menerjang empat kecamatan di Kabupaten Lebak pada Rabu (22/5), tidak hanya meninggalkan trauma mendalam bagi para korban, tetapi juga menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Perkiraan sementara, kerugian materi mencapai Rp1 miliar lebih.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi, tim teknis masih melakukan survei dan verifikasi terkait persoalan tersebut. Laporan kerusakan rumah, pesantren, majelis taklim, dan jembatan, kini masih didata.
Oleh karena itu, BPBD secara resmi belum bisa mengeluarkan data pasti kerugian materil akibat bencana alam tersebut. Informasi besaran kerugian materi saat ini, kata Kaprawi, masih bersifat sementara, sebagaimana yang dilaporkan pemerintah kecamatan dan desa yang terkena banjir bandang seperti dari Kecamatan Muncang, Sajira, Leuwidamar, dan Kecamatan Cimarga. “Sekarang tim penanggulangan bencana masih bekerja di lapangan. Tapi, jika melihat kondisi di lapangan dan laporan yang masuk dari kecamatan, kerugian materi diperkirakan tidak kurang dari Rp1 miliar,” kata Kaprawi kepada Radar Banten, kemarin.
Dia menjelaskan, jumlah rumah rusak berat akibat bencana tersebut mencapai 94 unit, rusak ringan 81 unit, dan total rumah yang terendam sebanyak 238 unit. Kemudian, tiga pesantren dan sarana ibadah yang rusak berat. Tiga jembatan ambruk dan beberapa ruas jalan rusak, sehingga akses transportasi di Kecamatan Sajira masih tersendat. “Tapi, data tersebut masih sementara, karena harus diverifikasi terlebih dahulu,” katanya.
Kaprawi menyebutkan, pihaknya telah membangun posko bencana di Kampung Cibeurih, Desa Margaluyu. Di sana, ada tim dari BPBD dan Dinas Kesehatan yang standby untuk melayani korban bencana dan para dermawan yang akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir bandang. “Pemkab berkomitmen untuk cepat memulihkan kondisi di lapangan. Kami ingin masyarakat dapat kembali beraktivitas normal dan tidak lagi khawatir terjadi banjir susulan,” harapnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Lebak Mas Yogi Rochmat mengapresiasi, penanganan pasca bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Sajira dan Muncang. Menurut dia, masyarakat yang menjadi korban banjir bandang kini tidak kekurangan bantuan sembako, selimut, dan pakaian layak pakai. Bahkan, berbagai organisasi pemerintah, swasta, dan masyarakat umum bahu membahu membantu para korban. “Kerugian akibat bencana banjir bandang cukup besar. Saya harap, pemulihan cepat dilakukan, agar masyarakat bisa menikmati hidup normal kembali,” ungkapnya.
Yogi meminta kepada Bupati Lebak untuk terus berkoordinasi dan komunikasi dengan pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), agar dugaan pembalakan liar di kawasan tersebut bisa segera ditertibkan. “Banjir bandang yang terjadi pekan lalu diduga akibat kerusakan hutan. Karenanya, perlu dilakukan koordinasi untuk mencegah terjadinya pembalakan liar. Agar bencana yang sempat terjadi, tidak terulang,” katanya. (tur/zis)









