SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah wilayah di Indonesia kembali dilanda musibah bencana alam. Setelah beberapa daerah di Sumatera dan Aceh terdampak bencana, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, juga mengalami longsor dan banjir akibat intensitas hujan yang tinggi, Sabtu (6/12/2025).
Bencana longsor terjadi di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Tiga orang warga dilaporkan hilang setelah tertimbun material longsor.
Selain itu, banjir juga merendam ribuan rumah warga di sejumlah wilayah Bandung akibat curah hujan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Departemen Politik dan Demokrasi DPP PKS periode 2025–2030, Budi Prajogo, menyampaikan rasa duka mendalam bagi para korban bencana di Sumatera dan Kabupaten Bandung.
Menurutnya, musibah yang terjadi menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.
“Mensikapi musibah bencana alam yang melanda di Indonesia, saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Banten untuk peduli dan membantu saudara-saudara kita di Sumatera serta Kabupaten Bandung yang tertimpa musibah,” ujar Budi, Minggu 7 Desember 2025.
Selain kepedulian sosial, Budi juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa dan istighosah. Ia menekankan pentingnya memperbanyak istighfar dan bertaubat sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah bencana yang melanda berbagai daerah.
“Kita juga perlu memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT. Sebab, Allah akan memberikan perlindungan dari musibah sepanjang kita senantiasa memohon ampun kepada-Nya,” lanjut anggota fraksi PKS DPRD Banten ini.
Budi mengutip firman Allah dalam Surat Al-Anfal ayat 33 yang menyebutkan bahwa Allah tidak akan menurunkan azab kepada suatu kaum selama mereka senantiasa beristighfar.
Ia berharap masyarakat Banten dapat turut berpartisipasi dalam doa bersama, istighosah, serta aksi-aksi kemanusiaan untuk membantu para korban bencana, sekaligus menjadikan musibah ini sebagai refleksi bersama untuk lebih menjaga alam dan meningkatkan solidaritas sosial.
Editor: Abdul Rozak











