SERANG- Dari 12,6 juta penduduk di Provinsi Banten, lebih dari setengah juta jiwa hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka tersebar di delapan kabupaten/kota se- Banten.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, jumlah penduduk miskin di Banten pada Maret 2019 mencapai 5,09 persen atau 654,46 ribu jiwa.
Menurut Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana, angka kemiskinan Provinsi Banten berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2019 masih di atas 5 persen. Bila dibandingkan dengan angka kemiskinan pada September 2018, jumlah warga miskin di Banten awal 2019 mengalami penurunan 0,16 persen.
“Warga miskin pada akhir 2018 tercatat sebanyak 668,74 ribu orang, sedangkan Maret 2019 sebanyak 654,46 ribu orang. Jadi berkurang sekira 14,28 ribu orang,” kata Adhi kepada wartawan, usai merilis profil kemiskinan di Banten pada awal 2019 di Kantor BPS Banten, Senin (15/7).
Adhi melanjutkan, dari 654,46 ribu warga Banten yang miskin, mayoritas berada di wilayah perkotaan. Dengan rincian, jumlah warga miskin yang tingal diperkotaan sebanyak 378,73 ribu orang, sedangkan yang berasa di daerah perdesaan sebanyak 275,73 ribu orang. “Garis kemiskinan kaitannya dengan inflasi, makanya di daerah perkotaan lebih tinggi angka kemiskinannya,” ujarnya. (Deni S)











