SERANG – Keputusan Golkar untuk kembali mencalonkan Ratu Tatu Chasanah pada Pilkada Kabupaten Serang telah final. Hanya saja penetapannya akan dilakukan pada Rapat Pimpinan Daerah pada Oktober mendatang.
Katua DPD Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim mengatakan, untuk kembali mendorong Tatu di Pilbup 2020, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan seluruh partai politik. “Yang jelas Golkar sepenuhnya menyerahkan kepada Ibu untuk menentukan wakilnya,” katanya usai syukuran terpilihnya Fahmi sebagai anggota DPRD Banten di kediamannya, di Jalan Raya Ciracas, Kelurahan Dalung, Kecamatan Serang, Selasa (2/9).
Menanggapi sindiran Ketua PKB Kota Serang Wahyu Papat JR yang menyebutnya tidak etis menyampaikan borong partai, Fahmi menjawab diplomatis. “Golkar memahami tidak bisa berjalan sendiri, makannya melakukan konsolidasi pendekatan dengan seluruh partai yang ada,” cetusnya.
Kata dia, ketua partai terus melakukan pendekatan komunikasi politik terhadap partai yang ada dalam rangka menyatukan satu visi untuk melanjutkan pembangunan di bawah pimpinan Ratu Tatu Chasanah. “Semua partai terus saya konsolidasikan baik dengan Gerindra, PKS, PDIP, Nasdem, PKB PAN, PPP untuk mewujudkan Tatu Chasanah menjadi bagian dari yang kita usung bersama-sama,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang diberi kesempatan memberikan sambutan memanfaatkan waktunya untuk memamerkan capaian program selama kepemimpinanya. Ia juga mengakui, memang masih ada beberapa program yang belum dirinya capai.
Seusai dirinya menyampaikan sambutan, yel-yel dukungan untuk dirinya maju sebagai Bupati Serang pada 2020 terdengar lantang. “Tatu Chasanah Dua Priode,” kata undangan yang hadir dalam tasyakuran Fahmi Hakim.
Tak ketinggalan, yel-yel seruan untuk bergerak pada 2020 pun disuarakan oleh seluruh tamu undangan. “2020 gerak – gerak menang,” seru tamu yang hadir.
Saat awak media mencoba memperdalam sambutannya seusai acara, Tatu enggan berkomentar banyak. “Jangan tanya hal lainnya, tanya seputar tasyakuran Fahmi Hakim saja,” cetusnya. (Ken Supriyono)









