SERANG – Berhasil memenangkan Pemilu 2019 di Banten, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memasang target tinggi pada pilkada serentak 2020 di wilayah Banten. Partai berlambang kepala Garuda itu telah meminta kader untuk dimajukan sebagai bakal calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Serang, Tangerang Selatan (Tangsel), Cilegon, dan Pandeglang.
Tokoh tersebut dipersiapkan untuk menantang calon-calon petahana. Terlebih sudah ada instruksi khusus dari Prabowo Subianto untuk menyiapkan kader internal dan tokoh melawan petahana.
Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J Mahesa mengaku, bakal segera melakukan penjaringan pada Oktober ini. “Secepatnya Gerindra buka penjaringan agar saya tahu kalau memang siapa yang mau kelihatan kesiapannya. Nanti partai nilai siapa yang akan didukung dan menang,” katanya kepada Radar Banten, Selasa (8/10).
Penjaringan tersebut guna mencari kader internal dan masyarakat luas untuk melakukan arus perubahan menghadapi petahana. Menurut Desmond, Gerindra memiliki modal sebagai pemenang Pemilu 2019 di Banten. Kemenangan dinilai sebagai aspirasi akan arus perubahan baru, baik di tingkat nasional maupun daerah. “Kalau mau besar harus melawan,” katanya.
Desmond belum menyebut siapa nama-nama baik dari internal maupun luar kader. Semuanya disiapkan untuk melawan petahana di empat daerah. Hanya saja, ada instruksi khusus kepada Gerindra Banten di Pilkada Pandeglang. “Di Pandeglang perintahnya (Prabowo Subianto-red) lawan,” cetusnya.
Instruksi itu, ucap Desmond, tidak lepas dari persoalan Pilpres 2019. Pada saat melakukan kampanye di Pandeglang, Irna Narulita sebagai bupati Pandeglang sekaligus bakal calon petahana tidak memberikan izin helikopter yang membawa Prabowo mendarat di Pandeglang.
“Kita jelas, saat kampanye Prabowo di sini tidak boleh mendarat di lapangan mereka. Masa saya kompromi, kalau tidak ada jalan lebih baik, kita tidak usah calon orang kosong-kosong tidak apa apa,” ujarnya.
Bahkan, munculnya trah keluarga Jayabaya di Pilkada Pandeglang, disambut Desmond antusias. Dia merasa senang, keluarga mantan bupati Lebak itu mau berhadapan dengan trah keluarga Dimyati. “Ya senang, siapa saja yang daftar bisa kalahkan keluarga Dimyati itu saja,” cetusnya.
Mantan aktivis 1998 itu dengan terbuka menyatakan akan mendukung keluarga Jayabaya untuk mengalahkan Irna Narulita. “Pasti kita akan usung keluarga Jayabaya (JB). Kalau kita tidak mengusung sendiri, yang pasti bukan keluarga Dimyati,” kata Desmond.
Pilkada Kabupaten Serang juga menjadi sorotan Desmond. Ia mengaku, secara personal punya hubungan baik dengan Ratu Tatu Chasanah. Namun, dalam politik, Gerindra dan Golkar punya pandangan yang berbeda.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, sudah lima nama kader Gerindra yang siap maju di Pilkada Kabupaten Serang. Mereka adalah Sopwan, Tati Nurcahyana, Sulaiman Ridho, Yadi Mulyadi, dan Samsul Rizal.
Gerindra juga sudah berkomunikasi dengan petinggi partai koalisi pada Pemilu 2019. Salah satunya petinggi Partai Amanat Nasional (PAN).
Menurut Desmond hasil pembicaraan dengan Yandri Susanto hampir final. “Delapan puluh persen akan koalisi dengan PAN sudah saya setujui, di Kabupaten Serang, ada PAN ada juga Demokrat,” ujarnya.
Instruksi Prabowo kepada Gerindra Banten untuk menyiapkan calon penantang petahana di empat pilkada sudah dilontarkan Prabowo Subianto. Perintah tersebut disampaikan Prabowo melalui juru bicaranya Dahnil Anzar Simanjuntak saat menghadiri pesta rakyat tasyakuran DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Kota se-Banten dari Gerindra di Griya Aspirasi Desmond J Mahesa, di Ciwaru, Kota Serang, Minggu (6/10) malam.
Ia mengatakan, Prabowo meminta kader internal untuk maju di empat pilkada di Banten. Permintaan tersebut tidak lepas atas modal kemenangan Gerindra pada Pemilu 2019 di Banten.
Atas kemenangan di legislatif, ucap Dahnil, Prabowo meminta kepada kader legislatif di Banten maupun pengurus Partai Gerindra bisa punya peran. Terlebih menjelang pilkada di empat daerah Banten. “Memang Pak Prabowo akan fokus di pilkada,” katanya.
Untuk itu, Probowo meminta semua pengurus di provinsi dan kabupaten kota untuk fokus menyiapkan kader terbaiknya. “Yang diutamakan adalah internal,” katanya.
Namun demikian, Gerindra tidak menutup diri adanya calon dari luar kader. Syaratnya, ucap Dahnil, punya kapasitas dan integritas. “Dari internal dulu, kemudian kalau kader internal tidak punya kapasitas yang cukup atau tidak punya popularitas dan elektabilitas yang cukup maka kita akan cari yang lain,” katanya.
Mantan dosen Untirta itu mengatakan, Gerindra terbuka berkoalisi dengan siapa pun selama visi dan misinya sesuai. “Gerindra terbuka berkoalisi dengan partai mana pun,” cetusnya. (ken/air/ira)









