TAKTAKAN-Lahan kosong di RT 01 dan 02, RW 10, Taman Pesona Residen, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, disulap oleh warga menjadi taman bermain anak. Upaya itu dilakukan warga agar anak-anak tak lagi bermain di pinggir jalan.
Warga RT 01 mengubah lahan seluas 15 x 6 meter yang digunakan sebelumnya sebagai tempat pembuangan sampah, serta sisa bahan bangunan menjadi taman bermain anak. Taman tersebut diberi nama Taman Pesona Residen (TPR).
Beraneka warna dari jenis bunga ditanam di taman tersebut. Tanaman ditata rapi mulai dari bagian depan, tengah, hingga belakang. Warga juga membangun saung baca. Setiap sore hari, anak-anak berkumpul membaca buku. Sarana bermain anak seperti ayunan juga disediakan.

Selain menyulap lahan kosong, warga membersihkan selokan dari sampah, memotong rumput liar. Kegiatan itu dilaksanakan secara gotong royong oleh warga setiap Jumat. Warga juga tak sungkan memberikan uang sebagai iuran penataan lingkungan.
Namun, warga RT 02 tak mau kalah. Lahan kosong di sudut-sudut bangunan perumahan, diubah menjadi taman mini. Ada taman bunga, ada pula taman obat keluarga (Toga).
Rabu (30/6) siang, warga terlihat bersama-sama sedang menata taman. Ada juga warga yang sedang menggambar dan membuat tulisan imbauan pola hidup bersih dan sehat di tembok pagar.
Tetapi, penataan lingkungan itu masih belum tuntas. Sampah plastik masih terlihat berserakan dan alat keamanan pos roda belum lengkap menjadi hal yang harus diperbaiki.
Ketua RT 01 Suheri mengatakan, warga sudah memulai menata lingkungan sejak dua minggu lalu. Awalnya warga resah lantaran anak-anak sering bermain di jalan perumahan dan khawatir terjadi kecelakaan. Sejak ada LRLA, warga pun berinisiatif membuat taman. “Jadi pihak developer cuma nyediain lahan doang, yang ngebangun mah warga,” ungkapnya kepada Radar Banten.
Senada disampaikan Ketua RT 02 Heri Luhukay. Kemandirian dan kekompakan warga menjadi hal utama dalam kegiatan lomba ini. Meski warga di lingkungan mereka kebanyakan pendatang, namun Heri menilai, semangat gotong royong tak pernah kendur. “Kami sedang membuat taman mini, besok membuat taman baca, pokoknya terus berbenah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW 10 Gunawan mengaku bangga pada warga di dua RT ini yang mau bekerja keras menata lingkungan. Ia menilai, semangat gotong royong warga tak perlu diragukan, meski banyak yang sibuk bekerja, namun warga memaksimalkan waktu akhir pekan untuk menata lingkungan. “Semoga hasilnya sesuai harapan, kami juara LRLA 2021,” pungkasnya. (mg06/nda)










