JAKARTA – Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) Diah Pitaloka mengakui dinamika 4.0 menuntut para perempuan parlemen untuk ikut memahami isu-isu terkait budaya digital dan menguasai beragam teknologi digital yang mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kompetensi sebagai perwakilan suara dan aspirasi rakyat.
“Kepemimpinan digital menjadi kunci fundamental agar perempuan parlemen dapat mengoptimalkan teknologi digital untuk kepentingan peningkatan kompetensi dan mengakselerasi langkah-langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat luas serta membantu mewujudkan aspirasi masyarakat. Poin ini sangat penting menimbang jumlah perempuan di parlemen makin meningkat,” Diah Pitaloka pada workshop bertajuk Women in Tech: Kepemimpinan Perempuan di Era Digital, Rabu (29/9).
Diah melanjutkan, saat ini jumlah perempuan di DPR RI telah mencapai 20,3% sedangkan yang duduk di bangku DPD mencapai 30,8%. Perempuan di parlemen makin berperan dalam membantu mewujudkan aspirasi-aspirasi rakyat.
Workshop ini berisi pembahasan edukatif tentang pengetahuan dan informasi teraktual seputar teknologi digital termasuk isu-isu keamanan siber, serta potensi pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan perempuan Indonesia. Workshop ini diharapkan mampu menguatkan peran kepemimpinan legislator perempuan sebagai katalisator aspirasi masyarakat.
“Sejauh ini, kita di Indonesia masih membutuhkan peningkatan akses digital bagi masyarakat Indonesia, serta tantangan percepatan pemerataan akses digital bagi Indonesia yang memiliki karakteristik wilayah unik,” tutur Diah Pitaloka.











