TANGERANG SELATAN-Bisnis kopi di Kota Tangerang Selatan terus menggeliat. Potensi pasar untuk bisnis kopi di Tangselpun cukup menjanjikan. Hal itu diungkapkan Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Menurut Benyamin, Pemkot Tangsel akan mendorong Tangsel sebagai “kota kopi”.
“Saya sepakat Tangsel menjadi kota kopi. Kita memang tidak ada petani kopi di Tangsel, tapi pengelola kopi sudah tak tentu lagi jumlahnya. Bisnis kopi di Tangsel cukup besar,” ujar Benyamin usai mengukuhkan kepengurusan DPC Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Kota Tangsel di Mall Teras Kota, Rabu (24/11).
Menurut Benyamin, saat ini kopi sudah menjadi keseharian masyarakat Tangsel. Dari keseharian itu kemudian menjadi tren di kalangan maayarakat. “Dari tren menjadi komunitas dan membutuhkan wadah. Wadahnya sudah ada ASKI,” ujar Benyamin.
Lebih jauh Benyamin mengatakan, sebagai wadah pecinta kopi, ASKI harus merangkul seluruh pegiat kopi dan pemilik kafe di Tangsel untuk sama-sama mengembangkan bisnis kopi.
“Sebagai contoh, di Tangsel komunitasnya luar biasa banyak, seperti komunitas sepeda, dan lain-lain. Mereka ini membutuhkan tempat sekedar hangout menyelesaikan tugas-tugas mereka. Nah ini potensi besar bagi teman-teman pegiat kopi menyediakan tempat untuk ngopi,” jelasnya.
Benyamin berharap kopi juga bisa digunakan sebagai metode menyelesaikan persoalan. “Saya berharap kopi ini menjadi cara kita menyelesaikan persoalan. Kita semua punya problem mari selesaikan secara ngopi. Saya punya idiom. Ngopi yuk persoalan beres,” selorohnya.
Ditempat yang sama Ketua DPC ASKI Andre Sumanegara mengatakan, tak hanya pegiat kopi, didalam tubuh ASKI juga terdapat pemilik kafe, resto dan pakar tentang dunia perkopian. Menurutnya dengan berbagai macam latar belakang anggota ini menjadi kekuatan besar bagi ASKI mewujudkan Kota Tangsel menjadi Kota layak kopi.
“Kami punya tekad menjadikan Tangsel menjadi Kota layak kopi. Karena kopi ini tidak ekslusif. Semua elemen menyukai kopi” ujarnya.(ful)











