SERANG – Banjir di wilayah Kabupaten Serang makin meluas. Kini, ada sebanyak 16 desa di 10 kecamatan yang terdampak banjir. Hal itu berdasarkan data terupdate dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 2 Maret 2022 pukul 10.20 WIB. Secara rinci, 16 desa itu yakni Desa Bugel, Batukuwung, Citasuk, dan Desa Curug Goong di Kecamatan Padarincang, Desa Gunungsari dan Desa Ciherang di Kecamatan Gunungsari, akses jalan Palka di Kecamatan Ciomas, Desa Sasahan dan Desa Batukuda di Kecamatan Waringinkurung.
Kemudian, Desa Margasana dan Desa Pamengkang di Kecamatan Kramatwatu, Desa Kragilan di Kecamatan Kragilan, Desa Rancasanggal di Kecamatan Cinangka, Desa Citereup dan Desa Ranjeng di Kecamatan Ciruas, Desa Baros di Kecamatan Baros, dan Desa Bolang di Kecamatan Lebakwangi.
BPBD melaporkan di 16 desa tersebut sebanyak 1.527 keluarga terdampak. Kemudian, 68 keluarga atau 310 jiwa mengungsi. “Total ada 895 rumah yang terendam, kita masih terus melakukan pendataan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma.
Nana mengatakan, warga yang mengungsi merupakan korban banjir di Desa Margasana Kecamatan Kramatwatu, Desa Ranca Sanggal di Kecamatan Cinangka, dan Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas.
Hasil pemantauan pada hari ini, debit air di Kecamatan Padarincang dan Ciruas mengalami kenaikan meskipun cuaca terpantau cerah. Namun, di beberapa lokasi banjir lainnya sudah mulai surut. (Abdul Rozak)











