CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Radar Banten Group dapat menjadi contoh bagaimana media cetak (koran) bisa sukses melewati era pandemi covid-19. Termasuk bisa survive di tengah menjamurnya media digital. Bahkan, terus bertumbuh.
Rahasia sukses itu dibeberkan Direktur Radar Banten Group Mashudi dalam podcast di L-TV Chanel yang tayang di platform youtube, Minggu 15 Mei 2022. Obrolan yang dipandu Laura di studio L-TV Channel di kawasan Kota Cilegon.
Menurut Mashudi sejak lebih 20 tahun lalu, banyak orang memprediksi media cetak akan mati. Terutama saat memasuki tahun 2000-an. Lalu, mencapai puncaknya saat pandemi covid-19 dua tahun lalu.
“Trend penurunan pembaca sebenarnya terasa mulai tahun 2015-an. Media cetak yang tak mampu menangkap gejala-gejala perubahan ini akhirnya mati,” kata Mashudi seraya mengatakan itu terjadi karena saat itu banyak media telah lama berada di zona nyaman.
Kondisi ini terus berlanjut, dan mencapai puncaknya saat terjadi pandemi covid-19. Nah, saat itulah covid-19 memaksa banyak orang mengubah kebiasaannya. Termasuk industri koran. Mulai dari pola distribusi hingga kebiasaan membaca. Dari sebelumnya membaca koran, sekarang jadi digital.
Pandemi juga membawa hikmah bagi Radar Banten dalam hal distribusi koran. Dari sebelumnya eceran, sekarang menjadi langganan. Dan, itu sangat efektif mengurangi biaya operasional pemasaran.
Kalau dulu (sebelum pandemi-red) pemasaran polanya eceran, sekarang koran yang sampai di tangan pembaca, semuanya adalah langganan. Artinya, terjadi efisiensi (penghematan-red) biaya operasional bagi perusahaan.











