PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Progres pembangunan konservasi Badak Cula Satu di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) capai 70 persen. Proyek yang dibungkus dalam program Javan Rhino Study and Convservation Area (JRSCA) itu dibiayai APBN sebesar Rp100 miloar lebih.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) JRSCA Balai TNUK pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Karso meminta kepada para pelaksana agar segera merampungkan pekerjaannya.
Karena, pihaknya meminta agar Desember 2022 mendatang dipastikan seluruh pekerjaan sudah rampung.
“Mau tidak mau Desember 2022 ini harus selesai semua pekerjaannya. Karena kalau tidak selesai kami tidak akan membayar. Dan kami membayar sesuai apa yang terpasang saja,” katanya, Selasa (25/10).
Karso memgatakan, dari 12 paket proyek pembangunan sarana dan prasarana konservasi Badak Cula Satu di Kecamatan Sumur, masih tersisa delapan paket yang masih dalan proses penyelesaian.
“Rata-rata keseluruhan paket itu progresnya sudah 70 persen, bahkan sudah ada yang sampai 90 persen,” katanya.
Karso mengatakan, ada beberapa kendala yang menyebabkan masih 70 persennya penyelesaian pembangunan tersebut, selain luas wilayah, juga karena cuaca ekstrim yang melanda sejak satu pekan terakhir. Namun, pihaknya sudah melalukan pemanggilan dan melakukan rapat dengan para pengusaha terkait.
“Saya optimis, meski kondisi cuaca saat ini sering terjadi hujan dan memang sudah masuk ke musim penghujan tapi yakin pasti bisa selesai pada desember semuanya,” tegasnya.
Humas Balai TNUK Kabupaten Pandeglang Andri Firmamsyah mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan perhitungan progres pembangunam konservasi bada tersebut.
“Setiap bulan inspektorat selalu melakukan pemeriksaan mulai dari 40 persen. Dan selalu mengecek progres nya,” katanya.(*)
Reporter : Adib
Editor: Ahmad Lutfi











