PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp1 miliar. Pada postur ABPD 2022, instansi itu hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp4 miliar lebih.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang Rahmat Zulikan mengakui pihaknya telah mengajukan usulan penambahan anggaran. Soalnya, selama ini alokasi dana yang ada di instansi itu tidak cukup, bahkan untuk membayar honor para tenaga honorer.
“Kurang anggarannya. Tahun ini saja pembayaran honor bulan September sampai sekarang belum,” katanya, kemarin.
Rahmat mengatakan, usulan penambahan anggaran itu guna kepentingan penanganan bencana alam di Kabupaten Pandeglang, serta untuk membeli kebutuhan logistik. “Buat beli logistik, karena tahun ini kita nggak ada. Logistik ini bukan untuk kita, tetapi memang untuk kepentingan masyarakat yang terkena bencana,” katanya.
Selain itu, kata dia, dana yang ada nantinya akan dipergunakan untuk membayar honor para pegawai di instansi tersebut. Soalnya, selama tahun 2022, pihaknya hampir tidak bisa membayar honor para honorer.
“Sebagian besar buat logistik, sisanya buat bayar honor pegawai sama antisipasi dan penanganan ketika bencana terjadi,” katanya.
Rahmat berharap, usulan penambahan anggaran yang disampaikan instansinya bisa disetujui oleh semua pihak terkait, Karen penanganan bencana membutuhkan dana yang besar.
“Ingin kita sih di setujui usulan itu, karena kita kan bergerak dibidang kebencanaan. Tetapi, kita serahkan saja kepada pimpinan,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Anggota Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD Pandeglang M Habibi Arafat mendukung dan menyetujui usulan penambahan anggaran itu. Namun, usulan tersebut bisa dipenuhi apabila DPRD dan Pemkab Pandeglang setuju.
“Kita sepenuhnya setuju. Tetapi kembali lagi, kita bukan kuasa pengguna anggaran. Tetapi, kita sudah pasti dorong agar di setujui,” katanya.(*)
Reporter : Adib











