SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi belanja pada APBD Kota Serang Tahun 2022 sebesar 93,99 persen dari total Rp1,539 triliun. Dan ditetapkan serapan tertinggi secara nasional oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Senin 2 Januari 2023.
Hal itu diketahui, bersamaan dengan Rakor Pencabutan Status PPKM Covid-19 yang dipimpin oleh Wakil Mendagri John Wempi Wetipo, secara virtual pagi hari, Rakor tersebut dikuti oleh Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Berdasarkan catatan Kemendagri data tersebut dihimpun per 29 Desember 2022 pukul 16.00 WIB, Pemkot Serang berada dengan serapan tertinggi bersama diikuti, Pemkot Pariaman, Pemkot Banjar Baru, Pemkot Sukabumi dan Kota Bekasi.
Sedangkan, untuk lima besar terendah realisasi belanja yaitu, Pemkot Makasar, Kota Pare-Pare, Pemkot Banjarmasin, Pemkot Bau-Bau dan Pemkot Kediri.
“Tadi berdasarkan pengumuman Wamendagri, Pemkot Serang realiasi terbesar se Indonesia, Nomor 1 se-Indonesia,” ujar Walikota Serang, Syafrudin usai mengikuti rapat.
Menurut Syafrudin yang didampingi Kepala Bidang Anggaran pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Salvani Eka Prasetia menjelaskan serapan anggaran terjadi peningkatan setelah proses pembayaran di bulan Desember 2022 berjalan lancar.
“Di bulan November waktu evaluasi sebelumnya baru mencapai sekitar 79 persenan. Tapi, Alhamdulillah Desember sudah mencapai 93,99 persen,” katanya.
Ia menjelaskan, hasil ini merupakan kerja keras bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Kata dia, tak hanya terkait serapan anggaran tugas OPD menyelesaikan beberapa kegiatan yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Temuan BPK sudah diterima dan sebagian besar sudah diselesaikan oleh tiap OPD,” katanya.
Syafrudin mengaku tak bosan mengingatkan OPD agar melaksanakan program lebih awal dan serapan dan belanja daerah di atas 90 persen, serta tak melanggar aturan yang telah ditetapkan.
“Saya juga meminta OPD, jika dalam progres laporan apabila ada temuan dari hasil pemeriksaan Inspektorat atau BPK harus segera diselesaikan,” terangnya.
Sementara itu, Asda I Kota Serang Subagyo mengatakan, tingginya realisasi belanja APBD Kota Serang berbeda dengan Pemkot lainnya di Provinsi Banten, seperti Kota Cilegon, Kota Tangerang dan Kota Tangsel. (*)
Reporter: Fauzan Dardiri
Editor: Agung S Pambudi











