RADARBANTEN.CO.ID – Muslim yang tidak berpuasa karena sakit, sedang dalam perjalanan jauh, dan wanita haid, wajib mengganti puasanya.
Puasa ini sering kita kenal dengan puasa qadha sebanyak hari yang ditinggalkannya.
Karena sekarang sudah memasuki bulan Syaban maka bagi yang belum melunasi utang puasa agar segera menggantinya.
Segera lakukan qadha puasa sebelum menuju Ramadhan selanjutnya.
Niat qadha puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Jika seseorang saat bulan Ramadhan tidak berpuasa selama tujuh hari, maka wajib menggantinya selama tujuh hari pula.
Bagaimana jika qadha puasa boleh digabungkan dengan puasa sunah lainnya?
Mengutip kitab kontemporer karya Syeikh Zainuddin Al-Malibari, pengarang kitab Fathul Mu’in, dijelaskan bahwa beruntung jika kamu mendapatkan pahala dan kedua puasa tersebut (qadha dan sunah).
Dalam buku Fiqih Niat karya Isnan ansory dikatakan bahwasanya penggabungan dua niat ibadah antara sunah dan wajib maka salah satunya sah.
Diberi contoh misalnya dalam suatu hari puasa dengan dua niat.
Misalnya ingin niat puasa sunah dan qadha puasa Ramadan, menurut beberapa ulama penyatuan dua niat ini sah untuk puasa qadha Ramadhan, sedangkan untuk niat puasa sunahnya batal.
Menggabungkan niat puasa sunah dengan puasa qadha Ramadhan hukumnya diperbolehkan (sah) dan pahala keduanya bisa didapatkan.
Bahkan menurut pendapat ulama, meski hanya niat mengqadha puasa Ramadhan secara otomatis pahala sunah pun didapatkan.
Untuk doa berbuka puasa qadha sama dengan doa berbuka puasa Ramadhan pada umumnya.
Atau seperti doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.
Penulis : Siti Fatimah Azzahro
Editor: Aas Arbi











