SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten Bahrum mengaku miris dengan banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Banten.
Apalagi, para pelaku merupakan orang dekat korban mulai dari orang tua tiri, kandung bahkan hingga merambah ke tenaga pendidik di lingkungan pondok pesantren, seperti yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Tanara, Kabupaten Serang.
“Ya itu masalah aksi kekerasan terhadap anak atau pelecehan seksual dari masyarakat ke masyarakat, ya dari para guru terhadap muridnya, saya pikir itu harus segera disikapi,” kata Bahrum kepada wartawan, Jumat 3 Maret 2023.
Menurutnya, banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Banten ini sudah sangat gawat. Apalagi jika sudah merambah ke lingkungan pendidikan.
Bahrum mengatakan, Forum Pimpinan Perangkat Daerah (Forkopimda) harus segera turun langsung melakukan penanganan, pencegahan dan recovery terhadap korban.











