SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Meski tahun ini mencuat ancaman resesi, tetapi realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) tetap stabil. Hingga saat ini, realisasi PKB masih sesuai target.
Plt Kepala Bapenda Provinsi Banten Deni Hermawan mengatakan, hingga 5 April kemarin realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Banten sudah 22,46 persen atau Rp1,91 triliun dari target Rp8,54 triliun.
Dari realisasi PAD itu, realisasi pajak daerah sudah Rp1,84 triliun atau 23,24 persen dari target Rp7,94 triliun. Sedangkan realisasi untuk PKB, Deni menyebut sudah Rp851,58 miliar atau 27,31 persen dari target Rp3,11 triliun.
“(Realisasi-red) stabil,” ujar Deni, Minggu, 9 April 2023.
Bahkan, lanjutnya, untuk realisasi bea balik nama kendaraan bermotor juga cukup baik yaitu Rp678,32 miliar atau 24,35 persen dari target Rp2,78 triliun. Dari 12 UPTD Samsat yang ada, penerimaan paling besar yakni dari Ciputat sebesar Rp140,73 miliar. Sedangkan paling rendah yakni dari Malingping Rp5,87 miliar.
Selain itu, pajak air permukaan juga sudah mencapai 22,66 persen atau Rp10,32 miliar dari target Rp45,55 miliar. Sementara, realisasi pajak bahan bakar kendaraan bermotor sudah mencapai 30,89 persen atau Rp306 miliar dari target Rp990,5 miliar.
Sementara untuk pajak rokok belum ada dari pusat, tapi ditargetkan Rp1 triliun.
Deni mengaku meskipun sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak kendor. Ia juga berharap masyarakat untuk tetap membayar pajak daerah untuk pembangunan Banten. (*)
Reporter: Rostinah
Editore: Agung S Pambudi











