SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 133 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) mengikuti ujian seleksi kompetensi tambahan untuk formasi penyuluh keluarga berencana (PKB) tahun 2022.
Seleksi yang dilakukan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Banten itu digelar di SMK Negeri 2 Kota Serang, Minggu 9 April 2023.
Informasi yang dihimpun, mulanya ada 135 peserta yang akan mengikuti seleksi tambahan ini. Mereka mengikuti seleksi setelah dinyatakan lulus pada tahapan administrasi.
Namun, dari 135 peserta yang dinyatakan lolos itu, hanya 133 peserta saja yang mengikuti seleksi tambahan. Sementara dua orang lainnya tidak hadir dan dinyatakan gugur.
Kepala perwakilan BKKBN Banten, Ir. Rusman Effendi mengatakan, sebelumnya, jumlah total pelamar yang mendaftar di Banten sebanyak 250 orang, 157 orang dinyatakan lulus seleksi administrasi.
Sedangkan untuk formasi PPPK Penyuluh KB (PKB) yang dibutuhkan di Provinsi Banten adalah 151 orang, terdiri dari 100 orang PKB Ahli Pertama dan 51 orang PKB Terampil.
Dari jumlah 157 orang dinyatakan lulus ke tahap seleksi Computer Assisted Test (CAT), hanya 135 peserta memilih mengikuti ujian di kota Serang, Banten dan sisanya memilih lokasi lain. Pelaksanaan tes CAT ini merupakan kali kedua dilaksanakan, tahap pertama dilaksanakan di UPT BKN pada 22 Maret 2023.
“Hari ini kita meninjau pelaksanaan seleksi tambahan, kita ingin memastikan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan seleksi itu berjalan dengan baik. Kita juga ingin memberikan dukungan kepada calon P3K PKB agar lebih semangat dalam mengerjakan soal-soalnya,” kata Effendi.
Kata Rusman, semua pelaksanaan seleksi PKB ini dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia berharap, seleksi ini dapat menjaring Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat diandalkan sebagai garda terdepan dalam pelayanan KB pengelolaan penduduk dan percepatan pemenuhan stunting di Provinsi Banten.
“Sebagai garda terdepan, harapan saya peserta yang dinyatakan lulus harus bekerja semangat, cerdas, memiliki mental yang kuat serta pantang menyerah dalam menghadapi persoalan di lapangan,” katanya.
Ia pun berpesan kepada peserta jika sudah lulus menjadi PKB, maka harus berkoordinasi dan berkolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program KB, dan mengentaskan masalah stunting di Indonesia khususnya Banten ini.
“PKB harus pandai berkoordinasi dengan berkolaborasi dengan lintas sektor, jangan bekerja sendiri, rangkul semua mitra kerja dengan begitu pekerjaan di lapangan akan lebih ringan. Sebagai tenaga lini lapangan, PKB harus paham dan mampu menjalankan 10 langkah PKB/PLKB karena itu kunci keberhasilan kita dalam bekerja, dengan begitu saya optimis apapun yang menjadi target pencapaian program bangga kencana dan Percepatan penurunan stunting akan cepat tercapai,” tutup Rusman. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











