SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Provinsi Banten mengajak masyarakat Banten untuk mendukung Gerakan Bela Beli Produk Tani Lokal di Banten.
Ketua BPW PISPI Banten Asep Mulya Hidayat mengatakan, Banten memiliki potensi atas sektor pertanian yang melimpah. Banten bukan hanya kaya beras, namun hasil bumi lainnya seperti kopi.
“Banten itu berada di posisi delapan besar penghasil beras di Indonesia, dan perlu kita ketahui di Banten ini sumber pangannya bukan hanya beras. Namun banyak sumber pangan lainnya, maka ini perlu didukung oleh semua pihak,” kata Asep Mulya yang juga menjabat sebagai Sekertaris Dinas Pertanian (Distan) Banten kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 14 April 2023.
Pria yang kerap disapa Haji Rocker ini mengatakan, Gerakan Bela Beli Produk Tani Lokal ini tentunya akan membantu meningkatkan kesejahteraan para petani. Untuk itu, dirinya berharap, gerakan ini dapat dilakukan oleh semua pihak baik organisasi pemerintahan, stakeholder, maupun elemen masyarakat lainnya.
Menurutnya, hingga kini produk pertanian di Banten banyak dibawa ke luar daerah, dan kembali di Banten sudah menjadi produk olahan.
“Jadi kita tidak menikmati produk sendiri, padahal kita juga bisa mengolahnya sendiri. Makanya mari kita beli produk lokal dari para petani lokal kita,” kata Haji Rocker.
PISPI Banten juga akan turut membantu para petani di Banten untuk mengatasi berbagai personalan yang saat ini tengah dihadapi oleh para petani.
“PISPI Banten akan menjadi indikator dalam mendukung bersama perkembangan pertanian di Banten dari berbagai sektor, karena ini bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal ketahanan pangan. Oleh karena itu, kita terus mendukung Gerakan Bela Beli Produk Tani Lokal guna kemajuan petani di Banten,” imbuhnya.
Sebelumnya, Sekertaris Jenderal (Sekjen) BPP PISPI Kamhar Lakumani mengatakan, PISPI ada dan terbentuk untuk menjawab berbagai permasalahan dan polemik yang tengah dihadapi oleh para petani saat ini.
“Kita sadari bahwa pertanian ini merupakan sumber daya yang jadi dasar hidup. Tetapi saat ini pertanian sering dianaktirikan, padahal pertanian ini bisa menjawab berbagai permasalahan seperti penyerapan tenaga kerja, juga pengentasan kemiskinan. Hampir semua persoalan bisa teratasi oleh pertanian,” kata Kamhar saat memberikan sambutan.
Kamhar mengakatan, PISPI saat ini konsentrasi pada beberapa persoalan dan akan melakukan check and recheck terjadap kebijakan pangan yang menyangkut tentang kesejahteraan para petani. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











