SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Akun twitter Polsek Walantaka mendadak heboh. Pasalnya, akun tersebut mengikuti sebuah akun yang berisi video dewasa. Selain itu, akun tersebut juga kedapatan menyukai sejumlah video dewasa di sejumlah akun dewasa.
Wakapolresta Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hujra Soumena membantah akun @walantakapolsek tersebut merupakan resmi milik kepolisian.
“Kami pastikan bahwa itu adalah perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab, menggunakan akun anonim, dengan nama Polsek Walantaka,” kata Hujra, Selasa 16 Mei 2023.
Hujra mengungkapkan, orang yang membuat akun twitter mengatasnamakan Polsek Walantaka itu, diduga sengaja menggunakannya untuk melihat video-video dewasa. “Kemudian yang bersangkutan sengaja menonton film orang dewasa, menggunakan akun nama resmi polsek kami,” ujar Hujra.
Hujra mengatakan admin akun twitter resmi Polsek Walantaka telah diperiksa Propam Polresta Serang Kota. Untuk sementara waktu, akun resmi Polsek Walantaka tidak diaktifkan.
“Ternyata akunnya berbeda (dari pemeriksaan propam-red). Dari jejak digital, jejak histori yang saya teliti, akun Polsek Walantaka belum pernah melakukan perubahan terhadap picture profile gambar akun tersebut,” kata alumnus Akpol 1999 tersebut.
Sementara itu, berdasarkan pantauan RADARBANTEN.CO.ID pada Selasa 16 Mei 2023 hingga sore pukul 18.00 WIB, akun Polsek Walantaka masih mengikuti akun @mom***66. Ketika akun itu diklik, banyak video porno yang muncul. Akun yang memiliki 90 pengikut dan 13 mengikuti itu juga menyukai sejumlah video dewasa.
“Sebulan yang lalu sudah dilaporkan ke pimpinan Pak Nugroho (Kapolresta Serang Kota ketika itu-red),” ujar Kapolsek Walantaka Inspektur Polisi Satu (Iptu) Ferry Andriatna dikonfirmasi Selasa siang.
Ferry mengungkapkan, setelah mengetahui informasi tersebut, ia telah memerintahkan anggotanya untuk menghapusnya. Saat ditanya, masih ada akun video porno yang diikuti dan masih ada video yang disukai, mantan Kanit Reskrim Polsek Kragilan itu mengaku akan mengeceknya kembali.
“Sudah di take down, masih ada (tanya Ferry kepada wartawan-red)? Sebentar,” tutur Ferry seraya memutuskan sambungan telepon (*)
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Ahmad Lutfi











